Berita Blora

4 terdakwa Pemalsu SK terkait Seleksi Perades di Blora Divonis 5 Bulan Tapi Diperbolehkan Pulang

Empat terdakwa pemalsuan surat keputusan (SK) terkait seleksi perangkat desa (perades) di Blora akhirnya divonis oleh Pengadilan Negeri Blora.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Ahmad Mustakim
Sidang kasus dugaan pemalsuan SK untuk persyaratan seleksi perangkat desa (perades) Desa Beganjing, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora dan Desa Nginggil, Kec. Kradenan, Blora di Pengadilan Negeri Blora, Kamis (22/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Empat terdakwa pemalsuan surat keputusan (SK) terkait seleksi perangkat desa (perades) di Blora akhirnya divonis oleh Pengadilan Negeri Blora.

Para terdakwa resmi divonis 5 bulan penjara. 

Keempat terdakwa tersebut adalah, Mohammad Kasno (Kades Beganjing). Muhammad Romli (Pendamping Desa). Darno (Kades Nginggil) serta Suprono selaku Operator Desa. 

Usai divonis, mereka diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Baca juga: Dinsos Kota Tegal: Evaluasi Penyaluran BLT BBM Berlangsung Lancar

Baca juga: Foto-foto Parahnya Kecelakaan Maut 5 Tewas di Tol Bawen - Ungaran Semarang, Mobil Elf Tak Berbentuk

Baca juga: Jadi Ketua DPC Gerindra Karanganyar Baru, Adhe Eliana: Fokus Pilpres dan Pileg Targetkan 9 Kursi

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blora, Ichwan Effendi mengungkapkan, hasil putusan sidang ke 4 terdakwa divonis bersalah dengan vonis 5 bulan penjara.

“Tetap di rumah. Sambil menunggu 7 hari untuk pikir-pikir. Apakah banding atau menerima putusan,” ucap Ichwan Effendi,Jumat (23/9/2022).

Diterangkannya, yang bersangkutan melakukan upaya hukum banding, kemudian berkas ini dikirim pengadilan ke Pengadilan Tinggi. 

“Nanti tinggal Pengadilan Tinggi mengeluarkan keputusan apa. Apa tahanan rumah atau tahanan rutan. Tapi kalau di rumah, menerima hasil putusan, ya statusnya Inkrah. Jadi di tahan di Rutan,” tegas Ichwan Effendi.

Ichwan Effendi mengatakan, usai sidang para terdakwa langsung pulang ke rumah masing-masing.

“Dia datang sendiri, harusnya pulang. Tinggal nunggu 7 hari ke depan. Jaksa juga pikir-pikir untuk banding,” tandas Ichwan Effendi.

Secara putusan, antara tuntutan dan putusan tidak terlalu jauh.

“Kalau terdakwa banding, saya banding,” tegas Ichwan Effendi.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Kejaksaan Negeri Blora, Muhammad Fauzan Haryadi menyatakan, jika ke 4 terdakwa tersebut terbukti melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP.

“Terdakwa telah memenuhi unsur dan terbukti melanggar Pasal 263 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dengan vonis 5 bulan penjara dan ditahan, saudara terdakwa mempunyai hak, pertama menerima putusan, kedua pikir-pikir, ketiga mengajukan banding, saudara mempunyai waktu selama 7 hari,” ucap Hakim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Yayuk Windrati menjelaskan untuk saat ini, perkara yang sedang dijalani dua kepala desa Begajing dan Nginggil diserahkan kepada hukum sepenuhnya. 

"Untuk pemberhentian masih menunggu, karena terdakwa masih diberikan opsi banding," jelasnya.

Namun, pihaknya memastikan jika sudah berketetapan hukum, kedua kades akan diberhentikan sementara daei jabatannya. Dan akan digantikan oleh plt sekretaris desa.

"Ini kami juga masih konsultasikan kepada para pakar," jelasnya. (kim)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved