Berita Semarang

Maksud Hati Solidaritas, Pengemudi Ojol Semarang Malah Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan

Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menjadi tersangka atas kasus penganiayaan yang terjadi

TRIBUNJATENG/Muhammad Fajar Syafiq Aufa
Suasana konpers yang dilakukan Polrestabes Semarang kasus tindak pidana pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa pengemudi ojek online Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polrestabes Semarang mengelar konferensi pers kasus tindak pidana pengeroyokan yang dilakukan beberapa anggota driver ojek online Kota Semarang, Selasa (27/9/2022).

Tindakan tersebut dilakunnya di Jalan Nogrososro, Kelurahan Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, kronologi kejadian, bermula ketika dari para pelaku menerima kabar dari whatsapp grup bahwa, ada satu di antara anggota ojek online yang telah menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan dua orang yang tidak dikenal di SPBU Majapahit.

"Setelah itu para pelaku dan teman-teman ojol lainnya mengecek keberadaan korban dan benar korban berada di Rs Bhayangkara Semarang untuk melakukan visum," jelasnya saat jumpa pers di Polrestabes Semarang.

Baca juga: Pengeroyokan Anggota TNI Yonif 411/Raider Salatiga, Polisi Tetapkan 2 Orang Pelaku Jadi Tersangka

Lanjutnya, para pelaku dan ojol lainnya mengantar korban menuju Polsek Pedurungan untuk membuat laporan.

Dia mengatakan, pada saat berada di kantor polsek pedurungan ada satu di antara anggota ojol yang mengetahui keberadaan pelaku.

"Kemudian membagikannya ke whatsapp grup ojol bahwa pelaku berada di Jalan Nogososro Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, kemudian pelaku dan teman temannya mendatangi keberadaan korban dan temanya," ungkapnya.

Ia menambahkan, pada saat berada di lokasi korban yang diajak untuk ke Polsek Pedurungan tidak mau dan korban melakukan perlawanan dengan mengunakan satu belah pisau sangkur lipat.

"Lalu pada saat korban mengayunkan pisau sangkur lipat ke arah pelaku yang bernama Budi Warsono kemudian ditangkis dengan tangan kanan dan pelaku melawan dengan memukul mengunakan satu buah helm ke arah kepala," ungkapnya.

Lanjutnya, pelaku yang bernama Nugroho Saputro memukul dengan mengunakan satu buah bambu berwarna putih sebanyak dua kali.

"Mengenai pundak korban satu kali dan tangan korban sebanyak satu kali hingga korban terjatuh," ucapnya.

Baca juga: Curhat Ojol Tentang Potongan Aplikator Capai 30 Persen Hingga Kualitas Pertalite Turun

Dirinya menyebut, pelaku yang bernama Nugroho Saputro menendang punggung korban sebanyak satu kali.

"Lalu pelaku yang bernama Zaini Dahlan juga menendang korban mengenai pundak korban sebanyak satu kali," paparnya.

Dia mengungkapkan, ada pelaku lainya yang belum diketahui, ikut melakukan pengeroyokan hingga korban tidak sadar diri.

"Kemudian, saksi yang bernama Andy Wibowo Setyo membawa korban ke Polsek Pedurungan, selanjutnya korban dibawa ke RS  Bhayangkara Semarang untuk mendapatkan pengobatan," tutupnya.

Atas perbuatan tersebut, para tersangka di kenai pasal 170 ayat (3) KUHP dengan acaman hukuman maksimal 12 tahun. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved