Berita Karanganyar

Kakek 79 Tahun Ditemukan Tewas di Selokan, Keluarga Bingung Hilang Sejak Pagi

Marto Dimejo (79) warga Desa Sringin, ditemukan meninggal dunia di selokan yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah, Rabu (28/9/2022).

Penulis: Agus Iswadi | Editor: raka f pujangga
Dokumentasi Humas Polres Karanganyar
Relawan mengevakuasi jenazah Marto yang ditemukan meninggal dunia di perkebunan warga wilayah Desa Sringin, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Rabu (28/9/2022).   

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Marto Dimejo (79) warga Desa Sringin, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar ditemukan anggota keluarganya dalam kondisi meninggal dunia di selokan dekat perkebunan warga pada Rabu (28/9/2022) sekira pukul 11.00.

Penmas Si Humas Polres Karanganyar, Bripka Sakti membenarkan adanya kejadian tersebut.

Semula anggota keluarga sempat mencari keberadaan Marto lantaran tidak berada di kamar pada Rabu sekira pukul 05.00.

Pihak keluarga sempat menanyakan kepada para tetangga akan tetapi tidak ada yang mengetahui keberadaannya.

"Pada Rabu (28/7/2022) pukul 12.45, saksi 1 mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di selokan perkebunan milik warga. Lokasinya 200 meter dari rumah (Marto)," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com.

Baca juga: Progres Pembangunan Gedung Kebudayaan Karanganyar Capai 31 Persen

Setelah mengetahui kejadian tersebut, warga lain yang berada di lokasi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jumantono.

Dia menuturkan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan setelah dilakukan visum luar oleh petugas dari Puskesmas Jumantono.

Dari hasil pemeriksaan terdapat luka akibat benturan di kepala bagian belakang serta ada jejak melingkar di leher bekas jeratan tali kain.

Marto diketahui memiliki riwayat sakit saraf menahun dan tidak dapat berjalan normal.

Brika Sakti menjelaskan, diindikasikan Marto mengakhiri hidup dengan gantung diri.

Baca juga: Kades Berjo Karanganyar Ditahan Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengelolaan BUMDes, Sekdes Jadi Plt

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan prosesi pemakaman.

"Keluarga menerima kematian korban serta sanggup membuat surat pernyataan bermaterai," terangnya. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved