Berita Sragen

Kasus Pemerkosaan Jalan di Tempat, Orang Tua Korban Malah Dianiaya Orang Tak Dikenal

Orang tua korban kasus dugaan pemerkosaan berinisial D mengalami penganiayaan dari sejumlah orang yang mengaku dari Laskar Islam.

Bram Kusuma
Ilustrasi: Pemerkosaan. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Orang tua korban kasus dugaan pemerkosaan berinisial D mengalami penganiayaan dari sejumlah orang.

Penganiayaan berupa pemukulan di area wajah dan kaki ini dilakukan oleh tiga orang pria di daerah Desa Cemani, Grogol, Kecamatan Sukoharjo, Rabu (28/9/2022).

Orang tua korban dipaksa mengaku perbuatannya atas kasus dugaan pemerkosaan W, pelajar asal Kecamatan Sukodono yang diperkosa oleh tetangganya sendiri.

Baca juga: Cek Kebenaran, Ketua PGRI Kudus Siap Dampingi Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

Kuasa Hukum Keluarga Korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron Solo, Andar Beniala mengatakan tiga orang pria itu mengaku dari Laskar Islam.

Kejadian tidak mengenakkan itu dialami D ketika dirinya hendak menyetir uang kerjaan, namun di TKP dirinya diberhentikan tiga orang pria yang menggunakan mobil.

"Klien kami mengalami penganiayaan dari oknum yang mengaku Laskar Islam. Adapun kronologi kejadian ketika di daerah Cemani, Sukoharjo saat klien kami hendak menyetor uang kerjaan diberhentikan tiga orang pria memakai mobil Avanza dan dibawa kedalam satu rumah," kata Andar, Rabu (28/9/2022).

Di dalam rumah itu, kemudian D dipukuli sebanyak lima kali.

Andar melanjutkan ketika dianiaya itu, D diminta untuk mengakui bahwa D turut sebagai pelaku dugaan persetubuhan anaknya.

Diberitakan Tribunjateng.com sebelumnya kasus dugaan pemerkosaan W itu dilakukan pada 2020 oleh tetangganya sendiri di sebuah rumah kosong.

Atas insiden ini, korban mengalami tekanan psikis yang berat, bahkan merasa ketakutan mendapat cemooh dari teman-temannya.

Baca juga: Curhat Ibu di Bantul Viral, Penanganan Kasus Dugaan Pemerkosaan Anaknya Lambat, Ini Kata Polisi

Dia juga takut bertemu pelaku yang saat ini masih berkeliaran.

Sementara untuk kasus pencabulan ini, Andar mengatakan sampai saat ini belum ada titik terang dan terkesan tidak ada perkembangan.

Dia berharap kasus ini segera selesai. Karena kejadian sudah sejak 10 November 2020 silam, namun belum ada penetapan tersangka. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved