Berita Kudus

Ahli Agroklimatologi Jelaskan Terjadinya Gagal Panen Kedelai

Ahli Agroklimatologi menyebut bahwa sebab gagal panen kedelai adalah cuaca kemarau basah yang sedang terjadi.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Catur waskito Edy
Rezanda Akbar D
Gudang Kedelai di Kudus 

TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Ahli Agroklimatologi menyebut bahwa sebab gagal panen kedelai adalah cuaca kemarau basah yang sedang terjadi.

Saat ini, harga kedelai saat ini masih tinggi yakni sekitar Rp12.700/kilonya, para pengrajin tahu serta pengelola PRIMKOPTI Kudus mengira bahwa terjadinya lonjakan harga kedelai, antaranya adalah faktor gagal panen.

Ahli Agroklimatologi UMK, Hendi Hendro menyebutkan bahwa karakteristik tanaman kedelai sangat resisten terhadap air.

"Sebenarnya kegagalan panen tanaman kedelai ini disebabkan karena sifat karakteristiknya yang sangat peka terhadap air, tanaman tidak menghendaki banyak air, tahan pada tanah yang kering, sehingga cocok ditanam pada musim kemarau," jelasnya kepada Tribunjateng, Kamis (29/9/2022).

Dia menilai, saat ini adalah musim kemarau yang basah yang berpotensi terjadi hujan.

Apabila lahan tanam kedelai terlalu basah, pertumbuhan tanaman kedelai juga bisa terganggu, yang berimbas kepada gagal panen.

"Maka dari itu, potensi terjadinya gagal panen cukup besar," katanya. 

Sebelumnya diberitakan Kedelai mengalami peningkatan harga yang luar biasa, padahal kedelai menjadi bahan pokok olahan makanan favorit warga Indonesia.

Ancang-ancang kenaikan harga kedelai mulai pada tahun 2019 dikisaran Rp7000/kg kemudian secara bertahap naik ditahun 2020 menjadi Rp10.000/kg.

Lalu pada tahun 2021 menyentuh Rp11.000/kg, kemudian pada tahun ini 2022 hampir menyentuh angka Rp13.000/kg.

Tingginya harga kedelai tersebut menyebabkan para pengrajin tahu dan tempe kesulitan untuk bertahan.

Padahal, para pengrajin tahu baru saja bangkit dari Pandemi Covid-19 yang ditambah dampak kenaikan BBM yang menggila sehingga menyebabkan lonjakan harga pada bahan kebutuhan masyarakat.

Alasan naiknya harga kedelai beraneka ragam, ada yang disebabkan karena gagal panen hingga lamanya masa panen kedelai.

Sebagian kebutuhan kedelai di Indonesia dipasok oleh negara-negara yang bercuaca sub tropis, seperti Amerika, Brazil, dan Kanada.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved