Berita Semarang

Kasus Pembunuhan PNS Semarang Iwan Budi, Pemuda Katolik Jateng Berharap Pelaku Lekas Tertangkap

Pemuda Katolik Komda Jateng mengecam keras tindakan pembunuhan Paulus Iwan Budi.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Istimewa
Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Tengah , Paramita Hanna. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemuda Katolik Komisiariat Daerah Jawa Tengah mengecam keras tindakan pembunuhan dengan cara mutilasi kepada Paulus Iwan Budi beberapa waktu lalu.

"Kami Pemuda Katolik Komisariat Daerah Jawa Tengah dengan tegas mengutuk tindakan kekerasan kepada Paulus Iwan Budi Prasetijo yang meninggal dengan cara dimutilasi," tegas Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Tengah , Paramita Hanna, seperti keterangan tertulis yang diterima Tribun Jateng, Kamis, (29/9/2022).

Ia juga meminta kepada aparat Kepolisian, Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan agar segera menangkap aktor intelektual dalam kasus kematian ini. 

"Kami berharap agar kasus ini bisa mendapatkan titik terang agar persoalan HAM ini segera tuntas," ungkapnya.

Dari  kasus Iwan Budi, Pemuda Katolik Komda  Jawa Tengah  menyatakan, pertama,  mengutuk keras kejadian  mutilasi Paulus Iwan Budi Prasetijo di Semarang. 

Kedua,  meminta kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut  tuntas kasus mutilasi dengan korban  Paulus Iwan Budi Prasetijo yang penyebabnya ada dugaan korupsi tanah di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ketiga, mengusut dugaan kasus korupsi di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Berikutnya,  meminta kepada aparat untuk segera  menangkap pelakunya dan menghukum sesuai perbuatan yang di lakukan," tuturnya.

Ia berharap, ada keadilan bisa ditegakkan dan pelaku pembunuhan bisa ditangkap dan dihukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pihaknya mempercayakan sepenuhnya kepada para penyidik kepolisian Republik Indonesia yang ditugaskan menangani kasus tersebut.

"Para penegak hukum yang berhubungan langsung dengan kasus Iwan ini dapat memperoleh jalan terang sehingga semuanya dapat diungkap dan dibuktikan secara menyeluruh," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved