Berita Brebes

Kisah Siswa SMK di Brebes Dikeluarkan dari Sekolah Jelang Ujian Akhir, Anggota Dewan Turun Tangan

Dikeluarkannya seorang siswa dari sekolah di Brebes mendapat perhatian anggota DPRD Jawa Tengah.

Penulis: hermawan Endra | Editor: rival al manaf
istimewa
Anggota Komisi E DPRD Jateng, Joko Hariyanto  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dikeluarkannya seorang siswa dari sekolah di Brebes mendapat perhatian anggota DPRD Jawa Tengah.

Pasalnya dikeluarkannya siswa tersebut di saat hendak mengikuti ujian akhir kelas tiga SMK

Siswa tersebut diketahui bernama Yahya Dinova yang dikeluarkan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Bulakamba, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes.

Baca juga: Pastikan Kesehatan Warga Binaan Terjamin, Tim Medis Rutan Salatiga Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Baca juga: Anak Pedangdut Imam S Arifin Gelapkan 17 Sepeda Motor, Uang Diduga untuk Beli Narkoba

Baca juga: Unika dan Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Gandeng Off Takers untuk Pembentukan Unit Bisnis

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Joko Hariyanto sangat prihatin saat mendapatkan laporan dari masyarakat yang menemukan kasus pendidikan di wilayah Kabupaten Brebes.

Siswa tersebut dikeluarkan dengan alasan sering membolos dari sekolah.

Padahal, menurut Joko siswa yang bersangkutan merupakan siswa kelas 3 dimana ia sedang menunggu hari untuk ujian akhir sekolahnya.

"Temuan yang luar biasa, karena pada saat kami ke daerah pemilihan (Dapil) ada  laporan anak kelas 3 SMK Negeri 1 Bulakamba dipaksa keluar oleh kepala sekolah."

"Tentunya, saya sebagai wakil rakyat merasa prihatin karena anak ini tinggal menghitung hari mengikuti ujian, "kata Joko Hariyanto, Selasa (27/9/22).

Joko mengatakan, jika si anak itu dikeluarkan dengan alasan tidak masuk sekolah, justru dirinya menilai kepala sekolah di SMK tersebut tak layak menjadi kepala sekolah.

Karena, kepala sekolah atau guru gagal dalam membimbing anak-anaknya di sekolah yang bersangkutan.

"Dia gagal membimbing anak-anak disekolah itu, termasuk guru-gurunya. Karena, kenakalan sebatas membolos itu masih bisa ditoleransi, kecuali anak tersebut melanggar norma hukum, silahkan (dikeluarkan), "tegas dia.

Bahkan, ia yang sebagai wakil rakyat merasa prihatin dan dirinya mengajukan sebagai jaminan bahwa anak tersebut sanggup untuk menyelesaikan sekolah hingga ujian.

"Jaminan saat saya temui, sanggup menyelesaikan sekolah sampai ujian. Tetapi,  kepala sekolah bilang, kalau bapaknya sudah tanda tangan menerima dikeluarkan. Ini kan tidak elok, bahkan saya pernah menyampaikan ibu yang juga melahirkan seorang anak, kenapa tidak punya kepekaan, tidak punya empati terhadap anak bagaimana sakitnya orang tua, sakitnya anak. Karena dengan cara mengeluarkan anak sekolah itu, tentunya bukan jalan terbaik, "ungkapnya.

Justru, kata Joko pihak sekolah mengeluarkan siswa pada detik-detik akan kelulusan itu menambah masalah. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved