Berita Rembang

Keluarga Korban Minta Pelaku Bakar Santri di Rembang Dihukum Seumur Hidup

Keluarga korban meminta pada aparat penegak hukum memberikan hukuman pada pelaku pembakar santri di pondok pesantren di Kecamatan Sarang, Kabupaten Re

Editor: m nur huda
Net
Ilustrasi - Keluarga korban meminta pada aparat penegak hukum memberikan hukuman pada pelaku pembakar santri di pondok pesantren di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dihukum berat. 

TRIBUNJATENG.COM REMBANG - Keluarga korban meminta pada aparat penegak hukum memberikan hukuman pada pelaku pembakar santri di pondok pesantren di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dihukum berat.

Peristiwa pembakaran hidup-hidup yang dilakukan santri terhadap santri pada lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik.

Pasalnya, santri yang dibakar hidup-hidup tersebut mengalami luka bakar hingga 80 persen.

Saat ini, santri berinisial AH masih dirawat intensif di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya.

Kakak korban, Ahmad Muzaki mengatakan, keluarga meminta polisi memproses hukum pelaku sesuai regulasi.

"Harapannya pelaku dihukum seumur hidup," ucap Ahmad Muzaki saat dihubungi kompas.com, Sabtu (1/10/2022).

Akibat peristiwa tersebut, keluarga pelaku sejauh ini sudah memberikan sejumlah uang kepada pihaknya.

"Sampai detik ini keluarga pelaku cuma ngasih uang Rp 16 juta," kata dia.

Padahal, korban masih belum pulih seperti sedia kala dan masih dirawat di rumah sakit selama lebih dari satu bulan.

"Sudah 45 hari lebih di rumah sakit," ungkap dia.

Sebelumnya diberitakan, seorang santri di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah nekat membakar santri lainnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Kasatreskrim Polres) Rembang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hery Dwi Utomo mengungkapkan, peristiwa bermula pada Minggu (14/8/2022).

Kronologinya bermula saat santri berinisial MI (20), bertugas sebagai petugas keamanan pondok, ditugaskan untuk memeriksa kamar-kamar santri.

"Setiap pukul 00.00 WIB, yang bersangkutan menertibkan santri yang memakai handphone," ucap Hery saat dikonfirmasi kompas.com, Jumat (19/8/2022).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved