Berita Banyumas

Jalan Nasional Kemranjen Banyumas Diberlakukan Sistem Buka Tutup, Imbas Longsor Talud Sungai Tipar

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanggul Sungai Angin di Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, jebol.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
BPBD KABUPATEN BANYUMAS
Kondisi jalan nasional Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas yang diberlakukan sistem buka tutup akibat bahu jalan terdampak longgor, Senin (3/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Jalan nasional di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas diberlakukan sistem buka tutup akibat terdampak longgor yang terjadi pada Minggu (2/10/2022).

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 15.15.

Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanggul Sungai Angin di Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, jebol.

Baca juga: Pemain Persibas Banyumas dan PSIW Wonosobo Sudah di Stadion saat Laga Ditunda

Baca juga: Sekelompok Gengster Diamankan Reskrim Polresta Banyumas Karena Rusak Warung Hingga Bengkel

Kondisi itu akhirnya menyebabkan talud Sungai Tipar, Desa Alasmalang, RT 03 RW 04 Grumbul tipar, Kecamatan Kemranjen longsor.

Saat itu, wilayah Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas juga sedang hujan dengan intensitas tinggi selama sekira 3 jam. 

Hal itu kemudian menjadi pemicu debit air Sungai Tipar naik.

"Hal itu mengakibatkan talud longsor dan mengancam jalan nasional, jembatan, dan 1 rumah atau tempat usaha," ungkap Kalakhar BPBD Kabupaten Banyumas, Budi Nugroho kepada Tribunjateng.com, Senin (3/10/2022).

Baca juga: 3 Anggota Geng Motor Cilacap Lakukan Pengrusakan di Alun-alun Banyumas Ditangkap Polisi

Baca juga: Pelatih Persibas Banyumas Menyikapi Tragedi Kanjuruan Malang: Ini Kejadian Luar Biasa

Budi menjelaskan, saat ini dilakukan penanganan cepat dan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut.

Adapun jalan nasional yang terdampak longsor saat ini diberlakukan sistem buka tutup. 

Kondisi saat ini jalan nasional masih bisa dilewati sepeda motor maupun mobil, namun harus diberlakukan sistem buka tutup.

"Kalau untuk jembatan masih bisa dilewati kendaraan roda dua (sepeda motor)," ungkapnya. (*)

Baca juga: 5 SPBU Ditunjuk Jadi Penyalur Bantuan BBM Angkot dan Angkudes di Jepara, Total Ada 120 Penerima

Baca juga: Warga Bisa Konsultasi Hukum Apapun di Kantor Kecamatan Jati Kudus, Layanan Gratis Tiap Jumat

Baca juga: Hari Kedua Pencarian Masih Nihil, Remaja Asal Kesugihan Tenggelam di Pantai Sodong Cilacap

Baca juga: Arema FC dan Aremania Adalah Keluarga, Pemain Tabur Bunga di Stadion Kanjuruhan Malang

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved