Berita Cilacap

Remaja Yang Terseret Arus di Pantai Sodong Cilacap Ditemukan Tak Bernyawa

Di hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang remaja yang terseret arus di Pantai Sodong, Adipala

Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: muslimah
Basarnas Cilacap
Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap jenazah seorang remaja yang terseret arus di Pantai Sodong, Cilacap. Selasa (4/10). Korban selanjutnya akan dibawa ke rumah duka di Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Di hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang remaja yang terseret arus di Pantai Sodong, Adipala, Selasa (4/10/2022).

Kepala Basarnas Cilacap Adah Sudarsa melalui komandan tim operasi pencarian di lapangan, Fajar Wadji mengatakan bahwa petugas berhasil menemukan Fakhrul (11) dalam keadaan tak bernyawa pagi tadi sekira pukul 08.26 WIB.

Fajar menyebutkan bahwa saat pencarian, petugas melihat korban dalam keadaan mengapung.

"Saat penemuan, korban terlihat mengapung pada jarak 3 nautical mail (nm) ke arah selatan dari lokasi kejadian," kata Fajar. Selasa (4/9/2022).

Setelah ditemukan, petugas kemudian mengevakuasi korban untuk selanjutnya di bawa ke rumah duka.

Baca juga: Anggota DPR 2009-2014 Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Airbus Garuda Indonesia

Baca juga: Kisah Para Saksi Mata Tragedi Kanjuruhan dari Tribune, Ratapan Elmiati Lihat Jasad Anak dan Suami

Sebelumnya, diketahui bahwa pada Minggu (2/10) pukul 07.00 WIB korban berekreasi bersama 8 temannya dan bermain air di muara Pantai Sodong. 

Kemudian pukul 08.15 WIB, korban bersama 1 orang temannya bernama Uswa terseret arus.

Saksi yang melihat kejadian itu mencoba untuk menolong, akan tetapi hanya mampu menyelamatkan satu orang korban bernama Uswa sedangkan Fakhrul terbawa arus.

Fakhrul merupakan remaja asal Jalan Kebun Pepaya Rt 02 Rw 01, Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap.

Dari kejadian ini, Basarnas Cilacap menghimbau seluruh masyarakat yang beraktivitas di laut untuk waspada.

Pasalnya akhir-akhir ini BMKG memberikan peringatan terkait adanya gelombang tinghi di sekitar perairan Cilacap.

Basarnas Cilacap juga meminta masyarakat untuk selalu hari-hati serta melihat kondisi alam, baik angin maupun ombak, mengingat gelombang air laut di Perairan Cilacap saat ini sedang tinggi.

“Himbauan kepada seluruh masyarakat yang melakukan aktifitas di air terutama di laut, baik nelayan maupun wisatawan untuk selalu waspada. Karena dalam beberapa hari ini sesuai dengan himbauan dari BMKG, ketinggian ombak mencapai 3-4 meter," kata Fajar.

Upaya yang telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dalam melaksankan operasi pencarian di darat dan di permukaan air telah membuahkan hasil. 

Dengan ditemukannya korban, maka operasi pencarian dinyatakan selesai. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. (pnk)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved