Tragedi Kanjuruhan Malang

Kisah Para Saksi Mata Tragedi Kanjuruhan dari Tribune, Ratapan Elmiati Lihat Jasad Anak dan Suami

Kedua orang penting dalam hidupnya itu meninggal, menjadi korban tragedi di Kanjuruhan

Editor: muslimah
INSTAGRAM/@AREMAFCOFFICIAL
Seluruh pemain, pelatih, hingga official Arema FC menggelar tabur bunga di depan Stadion Kanjuruhan Malang, Senin (3/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM - Elmiati tak lagi bisa melihat wajah imut buah hatinya. Juga suami yang ia sayangi.

Kedua orang penting dalam hidupnya itu meninggal, menjadi korban tragedi di Kanjuruhan.

Ia mengenang peristiwa yang mengerikan itu.

Baca juga: Video Detik-detik Suporter Dipukuli Saat Minta Polisi Berhenti Tembakkan Gas Air Mata di Kanjuruhan

Baca juga: Temuan Komnas HAM Tentang Tragedi Kanjuruhan: Dari 14 Pintu Keluar Stadion, Cuma 2 yang Terbuka

Elmiati menatap Rudi Harianto yang mendekap erat anak balita mereka, M Firdi Prayogo (3) di tribune 13 Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

"Ayo pulang aja, selak adik keno gas (keburu adik terkena gas)," demikian kata-kata Rudi saat itu yang ditirukan kembali oleh istrinya, Elmiati, Senin (3/10/2022), seperti dikutip dari Surya.co.id.

Dari tempat itu, Elmiati dan keluarganya menyaksikan sejumlah penonton berupaya menaiki pagar pembatas tribune. Ribuan orang nekat merangsek masuk ke lapangan.

Sejumlah aparat yang semula bersiaga di sudut-sudut area stadion mulai mengejar para suporter. Kekisruhan terjadi di tengah lapangan.

Lantaran membawa anak balita, saat itu Elmiati dan suaminya memutuskan, mereka harus segera keluar secepatnya.

Namun baru saja hendak beranjak, tiba-tiba asap tebal dari lontaran gas air mata membumbung.

"Iya (gas air mata) ke arah tribune. Lontaran itu masuk ke kerumunan penonton," tutur Elimiati yang kehilangan suami dan anak balitanya sekaligus dalam tragedi memilukan itu.

Ketiganya cepat-cepat menyusuri tangga tribune untuk mencari pintu keluar. Anak balita Elmiati ketika itu masih berada dalam dekapan sang ayah.

Celakanya di tangga, ratusan orang sudah berjejal.

Ketiganya terdorong oleh ratusan orang lainnya yang berdesak-desakan di belakang mereka.

Pada saat itu lah, pandangan mata Elmiati tak lagi bisa melihat posisi suami dan anaknya.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved