Berita Semarang

Yusuf, Sosok yang Giat Bantu Reintegrasi Sosial Eks Napiter Meninggal Dunia Usai Bagikan Sembako

Eks napiter Machmudi Hariono (Yusuf) dinilai berkontribusi positif membantu upaya reintegrasi sosial para eks napiter ke tengah masyarakat.   

Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: olies
Tribun Jateng/Agus Salim Irsyadullah
Keluarga beserta masyarakat sekitar berdoa dalam pemakaman Yusuf di tempat pemakaman umum di belakang SMA Ksatrian Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, Semarang - Wafatnya eks napiter Machmudi Hariono (Yusuf) menyisakan duka mendalam di kalangan koleganya. Yusuf yang juga Ketua Yayasan Putra Persaudaraan Anak Negeri (Persadani) Jawa Tengah ini dinilai berkontribusi positif membantu upaya reintegrasi sosial para eks napiter ke tengah masyarakat.   

Persadani memang identik dengan eks napiter. Salah satu progam Persadani yakni program pendampingan eks napiter atau napi yang baru saja keluar dari lapas agar mereka tetap setia kepada NKRI.

 Sekretaris Yayasan Persadani Jawa Tengah Hary Setia Rachmadi dalam keterangannya mengatakan, Yusuf bersama dirinya pada Selasa malam baru saja membagikan sembako di sejumlah wilayah di Semarang. 

"Saya bersama Mas Yusuf baru saja membagikan sembako malamnya," katanya Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Hasil Babak II Skor 3-2 Timnas U16 Indonesia Vs UEA, Tendangan Keras Arkhan Kaka Bawa Garuda Unggul

Baca juga: Beberkan Bukti, Chandra Liow Kesal Saat Kena Covid Tapi Inayma Justru Tertawa

Baca juga: Masa Berlaku Paspor Kini Jadi 10 Tahun, Pengguna Diminta Antisipasi Kerusakan

Hary, begitu disapa mengaku saat membagikan sembako, kondisi Yusuf masih sehat. Bahkan, tiga hari sebelum pembagian sembako, Yusuf, kata Hary sempat bepergian ke luar kota untuk kegiatan sosial.

"Dia tidak mengeluh sakit. Hanya pilek. Itu pun sering ia alami," lanjutnya.

Menurutnya, dugaan sementara meninggalnya Yusuf lantaran kurang istirahat.

"Selesai membagikan sembako, kita sempat ngopi di Mangkang. Dia ngaku lelah dan dipijat oleh anggota Persadani yang lain," sambungnya.

Ketika waktu menunjukkan pukul 22:00 WIB, dia dihubungi oleh istrinya untuk pulang ke rumah.  Di rumahnya, ia juga sempat meminta istrinya untuk memijatnya kembali.

Namun, saat hendak dibangunkan untuk salat subuh, Yusuf sudah tiada.

"Mau dibangunkan salat subuh. Ternyata sudah meninggal," paparnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Kota Semarang sekaligus pembina di Yayasan Persadani Syarif Hidayatullah sempat mengundang Yusuf untuk menghadiri acara Persadani di rumahnya.

Namun, Yusuf berhalangan hadir lantaran sedang membagikan sembako di Semarang.

"Selasa malam saya undang dia untuk datang. Tapi dia berhalangan karena ada agenda lain," katanya.

Syarif pun terkejut dengan kabar yang diterima dirinya pagi hari tadi.  Ia tak menyangka Yusuf akan tutup usia secepat itu.

"Di sini semua kaget. Belum ada yang percaya Yusuf meninggal," tandasnya.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved