Berita Semarang

Kesaksian Hary Setia Rachmadi Sebelum Yusuf Tutup Usia: Kita Habis Bagikan Sembako di Semarang

Meninggalnya eks napiter, Machmudi Hariono (Yusuf) menyisakan isak tangis mendalam. 

Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Agus Salim Irsyadullah
Keluarga beserta masyarakat sekitar berdoa dalam pemakaman Yusuf di tempat pemakaman umum di belakang SMA Ksatrian Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Meninggalnya eks napiter sekaligus Ketua Yayasan Persadani Jawa Tengah, Machmudi Hariono (Yusuf) menyisakan isak tangis mendalam. 

Sekretaris Yayasan Persadani Jawa Tengah Hary Setia Rachmadi dalam keterangannya mengatakan, Yusuf bersama dirinya pada Selasa malam baru saja membagikan sembako di sejumlah wilayah di Semarang. 

"Saya bersama Mas Yusuf baru saja membagikan sembako malamnya," katanya Rabu (5/10/2022).

Hary, begitu disapa, mengaku saat membagikan sembako, kondisi Yusuf masih sehat.

Bahkan, tiga hari sebelum pembagian sembako, Yusuf, kata Hary sempat bepergian ke luar kota untuk kegiatan sosial.

Keluarga beserta masyarakat sekitar berdoa dalam pemakaman Yusuf di tempat pemakaman umum di belakang SMA Ksatrian Semarang.
Keluarga beserta masyarakat sekitar berdoa dalam pemakaman Yusuf di tempat pemakaman umum di belakang SMA Ksatrian Semarang. (Tribun Jateng/Agus Salim Irsyadullah)

"Dia tidak mengeluh sakit. Hanya pilek. Itu pun sering ia alami," lanjutnya.

Menurutnya, dugaan sementara meninggalnya Yusuf lantaran kurang istirahat.

"Selesai membagikan sembako, kita sempat ngopi di Mangkang. Dia ngaku lelah dan dipijat oleh anggota Persadani yang lain," sambungnya.

Ketika waktu menunjukkan pukul 22:00 WIB, dia dihubungi oleh istrinya untuk pulang ke rumah. 

Di rumahnya, ia juga sempat meminta istrinya untuk memijatnya kembali.


Namun, saat hendak dibangunkan untuk salat subuh, Yusuf sudah tiada.

"Mau dibangunkan salat subuh. Ternyata sudah meninggal," paparnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Kota Semarang sekaligus pembina di Yayasan Persadani Syarif Hidayatullah sempat mengundang Yusuf untuk menghadiri acara Persadani di rumahnya.

Namun, Yusuf berhalangan hadir lantaran sedang membagikan sembako di Semarang.

"Selasa malam saya undang dia untuk datang. Tapi dia berhalangan karena ada agenda lain," katanya.

Syarif pun terkejut dengan kabar yang diterima dirinya pagi hari tadi. 

Ia tak menyangka Yusuf akan tutup usia secepat itu.

"Di sini semua kaget. Belum ada yang percaya Yusuf meninggal," sambungnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved