Berita Pekalongan

Lomba Membatik HBN, Wali Kota Aaf : Dorong Generasi Muda Lestarikan Batik Lokal

Walkot Pekalongan sebut upaya pengenalan batik ini perlu dilakukan secara berjenjang.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Kominfo Kota Pekalongan
Peserta lomba dari SMA saat mengikuti lomba membatik di Museum Batik Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pada momentum peringatan Hari Batik Nasional (HBN) tahun 2022, Pemerintah Kota Pekalongan berupaya mengenalkan batik kepada generasi muda terutama para pelajar ditingkat satuan pendidikan secara berjenjang, salah satunya berupa lomba membatik yang menyasar pelajar SMA/SMK/MA di Kota Pekalongan, di Museum Batik Pekalongan.


Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, upaya pengenalan batik ini perlu dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat PAUD/TK, SD, SMP, dan SMA sederajat. Dengan memperkenalkan budaya membatik ini, paling tidak bisa menambah pengetahuan dan wawasan serta pemahaman terhadap budaya batik.

"Walaupun nantinya mereka tidak menjadi pembatik atau pengusaha batik, tetapi generasi muda bisa mengetahui batik itu sendiri, prosesnya sampai menjadi kain batik yang cantik itu seperti apa, dan sebagainya," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Rabu (5/10/2022).

Menurutnya, sekarang masyarakat Indonesia berkunjung ke luar kota maupun luar provinsi, mereka sudah paham bahwa, Kota Pekalongan telah dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia.

Jangan sampai, masyarakat Kota Pekalongan sendiri tidak paham budaya batik yang menjadi ciri khas kotanya sendiri.

"Harapannya generasi muda terutama kalangan pelajar SMA/SMK/MA di Kota Pekalongan bisa berperan dari penanganan limbah batik, pemasaran online (digital marketing), dan sebagainya."

"Walaupun tidak terjun langsung sebagai pengrajin batik, mereka bisa memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada saat ini untuk membantu pengembangan dan menjawab tantangan permasalahan keberlangsungan batik di Kota Pekalongan," ujarnya.

Peserta lomba dari SMA saat mengikuti lomba membatik di Museum Batik Pekalongan.
Peserta lomba dari SMA saat mengikuti lomba membatik di Museum Batik Pekalongan. (Dok. Kominfo Kota Pekalongan)

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan, Akhmad Asror menyebutkan, peserta lomba membatik dalam rangkaian HBN tingkat SMA sederajat sebanyak 39 orang.

Adapun tujuan kegiatan lomba membatik berjenjang ini adalah, pelestarian di semua jenjang satuan pendidikan terlibat didalamnya mulai anak usia dini, remaja, kalangan dewasa hingga umum.

"Sebab, salah satu fungsi dasar dari Museum Batik adalah melestarikan budaya batik agar tetap lestari dan mempertahankan pengakuan batik sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dari UNESCO," katanya.

Asror memaparkan, peralatan dan bahan yang digunakan untuk membatik peserta sudah disediakan semua oleh pihak panitia mulai dari kain, canting, kompor, lilin malam, pewarna, dan sebagainya.

Peserta akan mengikuti semua tahapan proses membatik, dari mulai membuat pola batik sesuai ide kreativitas mereka masing-masing, menjiplak pola ke kain (mori), nglowongi, ngiseni, nanahi, nyolet, pewarnaan, pencelupan hingga pelorodan dalam waktu satu hari hingga sore nanti.

"Meskipun tahapannya sama seperti lomba serupa di tingkat SD maupun SMP sederajat. Tetapi, yang berbeda adalah untuk perlakuan warnanya. Motif dibuat sekreatif mereka sendiri, karena kami juga ingin mereka paham akan motif-motif lawas, dan ingin membebaskan ide kreasi mereka," imbuhnya.

Peserta lomba membatik dari SMKN 3 Kota Pekalongan kelas 12, Amelina Yuniar Pratiwi mengaku, sudah terbiasa membuat pola membatik, sebab di sekolahnya juga mendapat pelajaran membatik.

"Dari proses membatik menurut Saya yang paling sulit adalah pada saat mengelowongi itu sendiri, dimana saat menebalkan pola dengan malam, malam itu harus tembus sampai belakang agar warnanya tidak keluar," ucapnya.

Ia menilai, generasi muda harus terus melestarikan budaya membatik terutama batik tulis yang mulai langka tergerus dengan batik printing.

"Untuk berkecimpung di dunia batik, Saya lebih tertarik ingin menjadi desainer batik," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved