Berita Semarang
Warga Semarang Mohon Bersabar, Stok Vaksin Saat Ini Sudah Habis, Masih Tunggu Droping Pusat
Menipisnya stok vaksin membuat Pemkot Semarang menghentikan sementara vaksinasi di beberapa sentra vaksinasi.
Penulis: budi susanto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Stok vaksin di Kota Semarang menipis.
Data Dinkes Kota Semarang, ketersediaan vaksin kini tinggal 198 dosis.
Vaksin tersebut berjenis pfizer yang dibagi di dua sentral vaksinasi.
Baca juga: E-Parkir Kawasan Simpang Lima Semarang Segera Diterapkan, Termasuk Wilayah Potensial di Ngaliyan
Sentra vaksinasi tersebut ada di Rumah Dinas Wali Kota Semarang dan Dinkes Kota Semarang.
Menipisnya stok vaksin membuat Pemkot Semarang menghentikan sementara vaksinasi di beberapa sentra vaksinasi.
"Yang masih aktif hanya dua tempat tersebut."
"Sementara sentra vaksinasi lainnya berhenti sementara," ucap Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam kepada Tribunjateng.com, Kamis (6/10/2022).
Dia mengatakan, stok vaksinasi yang ada kemungkinan sudah habis saat ini.
"Masyarakat kami harap bersabar atau segera mendaftarkan diri," jelasnya.
Hakam mengatakan, Pemkot Semarang menunggu droping vaksin dari pusat.
"Di Pemprov Jateng juga kosong, kami menunggu dari pusat," paparnya.
Baca juga: Jadi Tersangka di KPK, Yosep Parera Tunjuk Pengacara dari Jakarta dan Semarang
Baca juga: Komisi C DPRD Kota Semarang: Dishub Memang Harus Perluas Titik Parkir Elektronik
Koodinasi dengan wilayah terdekat juga akan dilakukan Dinkes untuk mengisi kekosongan stok vaksin.
"Dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi untuk meminta vaksin dari daerah terdekat, mungkin ke Pemkab Brebes," ujarnya.
Dia menjelaskan, dua hari berturut-turut Dinkes menyampaikan ke Pemerintah Pusat terkait stok vaksin.
"Namun di sana juga kosong, prinsipnya kami terus menyampaikan ke pusat kalau masyarakat Kota Semarang masih butuh vaksinasi booster," terangnya.
Selain menipisnya stok vaksin, Hakam juga menerangkan capai vaksinasi di Kota Semarang.
"Untuk V1 sudah mencapai 113 persen, V2 di angka 107, V3 mencapai 65 dan V4 92 persen."
"Paling tidak booster atau V3 80 persen guna menekan angka Covid di Kota Semarang," jelasnya.
Baca juga: Harga Tempe Tahu Naik di Pasaran Semarang, Pedagang : Pembeli Sudah Pada Maklum
Dikatakannya, angka Covid-19 di Kota Semarang di bawah 50 orang, yang berisi warga Kota Semarang dan luar Kota Semarang.
"Rata-rata yang terpapar Covid-19 adalah masyarakat yang baru mengikuti vaksinasi pertama atau kedua dan berusia lansia," imbuhnya.
Ditambahkannya Hakam, mobilitas masyarakat juga semakin tinggi, apalagi setelah ada edaran dari BNPB terkait pemakaian sertifikat vaksinasi.
"Hal itu membuat antusiasme vaksinasi di Kota Semarang naik, yang biasanya hanya 500 setiap hari kini 1.500," tambahnya. (*)
Baca juga: Ini Kondisi Terkini Dua Pemain Persijap Jepara, Alami Cedera Saat Lawan Persela Lamongan
Baca juga: Dishub Kudus Jawab Keluhan Sopir Truk ODOL, Uji Kir Masih Bisa Dilakukan Asal Penuhi Syarat Ini
Baca juga: Cara SMPN 3 Satu Atap Undaan Kudus Latih Soft Skill Siswa, Kompetisi Bikin Sabun Bahan Lidah Buaya
Baca juga: Pertama di Cilacap, Sekolah Internasional Terapkan Kurikulum Montessori, Ini Konsep Pembelajarannya