Berita Semarang
BRIN dan BPS Gelar Diseminasi Ekonomi Hijau di Semarang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan . Hingga tahun 2025 nanti ditargetkan penguunaan EBT bisa mencapai
Penulis: hermawan Endra | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJTATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan . Hingga tahun 2025 nanti ditargetkan penguunaan EBT bisa mencapai 23 persen.
Kepala Biro Infrastruktur dan SDA Jateng, Dadang Somantri mengungkapkan saat ini penggunaan EBT di provinsi Jawa Tengah telah mencapai 19 persen.
Target yang telah ditetapkan tersebut sempat tersendat akibat pandemi Covid-19.
Dijelaskannya, untuk mencapai target tersebut berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Jateng.
Salah satunya dengan mengeluarkan surat edaran Gubernur kepada seluruh pimpinan SKPD di wilayah kerja agar gedung dinas-dinas dilakukan pemasangan energi surya.
"Beberapa sudah di kantor DPRD, gedung ESDM, di rumah sakit. Memang mahal tapi itu harus kita lakukan untuk jangka panjang," kata Dadang Somantri, saat menghadiri acara diseminasi pembangunan ekonomi hijau dan kondisi sosial demografi penduduk indonesia: mewujudkan kesejahteraan penduduk dan lingkungan berkelanjutan, region pulau Jawa, di Santika Hotel Semarang, Rabu (12/10).
Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) - dan Pusat Riset Kependudukan , Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi Kajian Kualitatif Pembangunan Ekonomi Hijau dan Kondisi Sosial Demografi Penduduk Indonesia.
Sebuah kajian yang menelaah praktik ekonomi hijau di 34 provinsi di Indonesia. Kajian terlaksana dengan komposisi tim beranggotakan statistisi BPS dan peneliti BRIN.
Peneliti Pusat Riset Kependudukan - BRIN, Sari Seftriani, M.Sc menjelaskan, saat ini Indonesia dihadapkan pada tantangan sosial dan demografi.
Hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan, meskipun data menunjukkan laju pertumbuhan penduduk terjadi penurunan.
Jika dilakukan penelaahan lebih mendalam, proyeksi penduduk memperlihatkan Indonesia akan masuk dalam populasi penduduk menu (aging population) serta mobilitas penduduk yang semakin tinggi
Dijelaskannya, dalam ekonomi hijau atau green economy sangat penting untuk dapat dihasilkan produk yang ramah ramah lingkungan serta penerapan teknologi ramah lingkungan, Tidak lupa juga praktik ekonomi dengan dukungan kearifan lokal.
Ekonomi hijau akan mendorong pergerakan industri hijau dengan prinsip efisiensi dalam proses produksi dan efektifitas dalam penggunaan sumberdaya alam berkelanjutan dan bersifat inklusif.
Upaya-upaya ini antara lain penerapan produksi bersih konservasi energi, eco- design, proses daur ulang yang rendah emisi sehingga emisi yang dihasilkan menjadi minimal.
Oleh sebab itu pelibatan aspek demografi yang menekankan dinamika kependudukan menjadi penting dalam pradigma ekonomi hijau, Pelibatan ini bukan hanya dari sisi kuantitas, namun yang jauh lebih penting adalah kualitas kependudukan itu sendiri.