Berita Semarang
BRIN dan BPS Gelar Diseminasi Ekonomi Hijau di Semarang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan . Hingga tahun 2025 nanti ditargetkan penguunaan EBT bisa mencapai
Penulis: hermawan Endra | Editor: Catur waskito Edy
Dia mengungkapkan, temuan pada riset ini memperihatkan pola pengembangan ekonomi hijau di Indonesia masih bersifat project driven, tidak terorganisasi dengan baik (unorganized), (skala kecin) dan belum melakukan optimasi pada aset demografi.
Implementasi konsep ekonomi hijau yang ada saat ini lebih menekankan pada transformasi ke arah teknologi tinggi/canggih (advanced) dan bagaimana meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar menyesuaikan dengan teknologi tersebut sehingga akan membuka lapangan kerja hijau (green jobs).
Studi ini menggarisbawahi bahwa pembangunan ekonomi hijau di Indonesia perlu memperkuat tiga hal penting.
Pertama, kearifan antar generasi (intergenerational wisdom); proses transisi dan transformasi menuju Indonesia yang berkekuatan ekonomi hijau membutuhkan dialog antar generasi untuk mengisi ruang pengetahuan dan knowledge brokering untuk mendukung percepatan dan keberlanjutannya.
Temuan di Jawa Tengah kelompok muda menjadi ujung tombak sekaligus middlemen jejaring pengetahuan dan pemasaran produk kepada pasar hijau di Singapura. Pada saat yang sama generasi sebelumnya memperkuat transfer wisdom dalam pengelolaan ekosistem.
Kedua, institusi sosial (social institution). Poin kedua ini akan mendukung dan mengoptimalkan pembangunan ekonomi hijau di Indonesia yang saat ini masih memiliki keterbatasan pada modal.
Misalnya, studi kasus paring-paring gurita (perikanan di Sulawesi Tenggara) dan upaya konservasi hutan seperti tradisi resan berdasarkan nilai kepercayaan seperti yang terjadi di Yogyakarta.
Ketiga, pengenalan teknologi yang tepat guna. Sebagai contoh di sektor limbah, teknologi pirolisis untuk mengubah plastik menjadi solar belum berjalan optimal karena biaya gas untuk menggerakkan mesin in jauh lebih mahal dibandingkan solar yang
dihasilkan.
Hasil kajian kerjasama BPS dan BRIN disampaikan melalui kegiatan diseminasi yang
diselenggarakan pada Oktober hingga November 2022. Diseminasi akan berlangsung di tujuh
kota yaitu Palembang, Semarang, Balikpapan, Makassar, Ambon, Kupang dan Manokwari.
Selain hasil kajian berupa laporan penelitian, kerjasama dua lembaga in menghasilkan
laporan kebijakan (policy paper) sera film dokumenter jelajah praktik hijau Indonesia yang
beriudul "Semai". Dua produk riset tersebut akan dirilis dalam acara Indonesia Research and
Innovation (INARI) Expo 2022. (*)
Baca juga: Bunda Literasi Inggit Ajak Gunakan Gawai Untuk Gali Pengetahuan Positif
Baca juga: Bawaslu Kabupaten Pekalongan Menguatkan Pengawasan Partisipatif Pemilu 2024
Baca juga: Jalan Sriwijaya Baru Kota Semarang Sudah Bisa Digunakan November Mendatang
Baca juga: Satlantas Polres Karanganyar Rekayasa Lalu lintas Mulai dari Flyover Palur Hingga Jembatan Jurug