Berita Internasional
Vladimir Purtin Pertimbangkan Pertemuan dengan Joe Biden di KTT G20 Bali Indonesia
Presiden Rusia Vladimir Purtin akan mempertimbangkan adanya pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden di sela-sela KTT G20 Bali Indonesia apabila hal itu
Selain itu, nilai perdagangan Indonesia dan AS di masa pandemi Covid-19 terus mengalami peningkatan.
Total nilai perdagangan pada Januari sampai Juli 2022 sebesar 23,9 miliar dolar AS atau naik 21,9 persen dibandingkan periode sama di 2021. Surplus perdagangan kedua negara juga mencapai 10,5 miliar dolar AS.
Meskipun masih jauh dari target yang disepakati, yakni 60 miliar dolar AS pada 2024, tren perdagangan Indonesia dan AS periode 2017–2021 meningkat rata-rata sebesar 6,85 persen.
Merujuk pada laporan tersebut, Ma'ruf Amin berharap kerja sama ekonomi kedua negara terus diperkuat.
"Tahun lalu, nilai perdagangan kita mencapai 37 miliar dolar AS. Namun, angka itu masih belum benar-benar menggambarkan potensi dagang kedua negara. Kemitraan ekonomi AS di Indonesia penting untuk ditingkatkan.”
“Saya juga harapkan agar partisipasi Indonesia dalam Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) menjadi salah satu cara mendukung kerja sama ekonomi. Kerja sama yang konkret adalah yang selalu diharapkan Indonesia," kata Ma'ruf Amin.
Dalam mendukung upaya tersebut, dia berharap investor AS dapat berkontribusi langsung dalam berbagai program di Indonesia, salah satunya proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wapres mengungkap bahwa proses pemindahan ibu kota baru Indonesia terus berjalan.
Ada pun pemindahan ibu kota bukan merupakan sesuatu yang mudah, sehingga perlu dilakukan perencanaan secara cermat dan perlu investasi langsung dari pihak swasta.
"Beberapa negara sudah menyatakan ketertarikannya untuk melakukan investasi di IKN. Saya berharap, para investor AS juga dapat berpartisipasi dalam pembangunan IKN, khususnya untuk sektor digital serta energi baru dan terbarukan," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Sung Yong Kim mengatakan Presiden AS Joe Biden menantikan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo pada KTT G20 di Bali pada November.
Pertemuan tersebut akan membahas berbagai tantangan, terutama terkait ketahanan pangan, energi, dan iklim.
"Kami percaya bahwa kerja sama kita tidak hanya memajukan kawasan bilateral, namun juga kawasan regional dan global," kata Kim.
Sejalan dengan Wapres, Kim juga menyatakan akan mendorong perusahaan-perusahaan AS untuk mencari peluang investasi di Indonesia, termasuk dalam proyek pembangunan IKN.
Dia meyakini perusahaan-perusahaan tersebut juga memantau kebutuhan pembangunan IKN.