Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Berkarya

Listrik Siapa Takut

Jaman dahulu sebelum ditemukan listrik manusia melakukan pekerjaan secara konvensinal.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Moohchin, ST., Guru TITL SMK Negeri 2 Sragen 

Oleh: Moohchin, ST., Guru TITL SMK Negeri 2 Sragen

Jaman dahulu sebelum ditemukan listrik manusia melakukan pekerjaan secara konvensinal.

Pada zaman itu dunia masih dalam kegelapan dan segala sesuatu berjalan dengan sangat lambat.

Manusia dikarunia pikiran sehingga terus berinovasi untuk mengatasi permasalah yang dihadapinya.

Inovasi merupakan sebuah ide, gagasan, objek, dan praktik yang dilandasi dan diterima sebagi suatu hal yang baru oleh seseorang ataupun kelompok tertentu untuk diaplikasikan ataupun diadopsi. (Everett M. Rogers)

Seiring tuntutan jaman yang terus meningkat, manusia mulai melakukan penelitian tentang listrik.

Listrik diteliti dalam jangka waktu yang sangat lama sampai ratusan tahun, dari waktu ke waktu dari peneliti yang satu dilanjutkan oleh peneliti berikutnya.

Yang pada akhirnya listrik berhasil dikembangam seperti yang kita rasakan sekarang.

Sekarang ini ilmu tentang ketenaga listrikan sudah dipelajari dalam dunia pendidikan dengan jurusan tersendiri baik di tingkat SMK maupun di perguruan tinggi.

Tetapi dari segi peminat masih kalah jika dibandingkan dengan jurusan mesin maupun komputer.

Hal ini disebabkan karena masyarat berfikir bahwa sekolah jurusan listrik hanya mempelajari cara memasang lampu saja.

Melihat kenyataan tersebut seorang pendidik perlu melakukan langkah-langkah yang tepat dalam proses belajar mengajar agar siswa yang baru masuk benar-benar tertarik pada jurusan listrik, dan menjadikannya sebagai pilihan yang pertama bukan lagi pilihan kedua. 

Pada awal-awal masuk sekolah kelas X siswa terlebih dahulu diberi pemahaman tentang apa saja yang akan dipelajari siswa tingkat SMK, tentang cakupan listrik dan pemanfaatannya. Sehingga siswa yang mengambil jurusan listrik benar-benar paham tentang ilmu yang akan dipelajarinya.

Siswa kelas X jurusan listrik pada awal sekolah umumnya takut kesetrum.

Masalah ini dapat diatasi dengan memberikan penjelasan tetang teori kelistrikan sehingga setelah siswa memamahi teorinya mereka tidak lagi takut kesetrum jika diminta menyambung kabel.

Penjelasan tentang pemanfaatan listrik bagi kehidupan sangat diperlukan bagi siswa yang baru masuk.

Hal ini akan dapat menambah minat siswa untuk mempelajari tentang listrik. Sehingga dengan minat yang tinggi akan mendorong siswa untuk lebih rajin belajar.

Belajar adalah perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan.

Artinya adalah perubahan tingkah laku, baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi”. oleh pengalaman dan berdampak relatif permanen. ( Syaiful dan Aswan / 2014:5 )

Listrik digunakan oleh manusia diberbagai bidang kehidupan. Di zaman yang semakin maju ini tidak mungkin lagi manusia akan meningalkan listrik dan bahkan kebutuhan akan energi listrik akan semakin besar.

Dengan semakin besarnya kebutuhan dunia akan energi listrik tentunya semakin banyak juga pembangkit-pembangkit lisrik yang akan dibangun.

Hal tersebut berdampak positif bagi dunia kerja, yang mana kebutuhan akan tenaga ahli dibidang kelistrikan akan semakin banyak.

Hal ini telah diantisipasi oleh SMK Negeri 2 Sragen dengan membuka jurusan Teknik Ketenaga listrikan.

Dilihat dari jumlah pendaftar pada saat ppdb terlihat bahwa peminat jurusan ketenaga listrikan semakin banyak.

Ini artinya masyarakat sudah mulai memahami bahwa listrik sangat penting bagi kehidupan.

Siswa yang mengambil jurusan ketenaga listrikan di didik agar memahami bidang kelistrikan dan sekaligus diharapkan menjadi tenaga ahli di bidang kelistrikan sehingga siap untuk terjun ke dunia kerja guna mencukupi kebutuhan tenaga ahli.(*) 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved