Berita Kabupaten Semarang

Upayakan Zero Stunting, Digelar Lomba Makanan Bergizi di Puskesmas Bergas

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang tengah berupaya menuntaskan masalah stunting pada balita di wilayah Kabupaten Semarang.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Noor Hidayat melihat meja lomba makanan bergizi dalam acara Cegah Stunting Dengan Germas (Cating Emas) yang diselenggarakan oleh Puskesmas Bergas di halaman Puskesmas Bergas, Kecamatan Bergas, Jumat (21/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang tengah berupaya menuntaskan masalah stunting pada balita di wilayah Kabupaten Semarang.

Upaya yang dilakukan yaitu mendorong penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Noor Hidayat, saat acara Cegah Stunting Dengan Germas (Cating Emas) yang diselenggarakan di Puskesmas Bergas, Kecamatan Bergas, pada Jumat (21/10/2022).

Menurut dia, stunting di wilayahnya terbilang sudah jauh di bawah rata-rata kasus stunting di seluruh kota/kabupaten di Jateng. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk menghilangkan masalah stunting.

“Kami terus berusaha menekan terus (stunting-Red) sampai zero (nol kasus). Beberapa di antara caranya yakni para kader kesehatan berlomba membuat kudapan dan makanan bergizi untuk para balita di posyandu, karena anak-anak kalau makanannya monoton bisa bosan,” katanya, kepada Tribun Jateng.
Program PMT

Adapun, kegiatan Cating Emas diikuti sebanyak 250 peserta dari 13 desa/kelurahan di Kecamatan Bergas yang berlomba-lomba membuat makanan bergizi sebagai program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita.

Jenis makanan yang dilombakan pun bermacam-macam, misalnya puding mejiku (berbahan dasar buah naga, bayam jagung dan diberi saus strawberry), puding wortel lembut, pastel tutup panggang (berbahan kentang, bihun), nugget ayam, cassava schotel (berbahan singkong keju, dada ayam, telur ayam, brokoli, wortel), dan banana cake es krim.

Ketua TIm Penyelenggara Cegah Stunting Dengan Germas (Cating Emas) Puskesmas Bergas, dr Anis Rahmawati menyatakan, makanan-makanan untuk PMT pada dasarnya bersifat padat kalori, sehingga tujuannya untuk memenuhi kebutuhan kalori balita.

Ke depan, dia menambahkan, di tiap posyandu yang tersebar di seluruh desa/kelurahan di Kecamatan Bergas, para kader menyediakan beberapa jenis PMT dan membagikannya kepada balita yang datang.

“Setiap balita bisa mendapat dua sampai tiga jenis PMT setiap kali berkunjung ke posyandu balita, tergantung dananya. Dengan PMT, kebutuhan kalori balita bisa terpenuhi, sehingga status gizi balita menjadi baik. Harapannya dengan adanya lomba ini, PMT yang diberikan nantinya dapat bervariatif, sehingga balita tidak bosan,” jelasnya. (rez/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved