Berita Wonosobo
Demi Tujuan Ini, Nakes di Wonosobo Diuji Kompetensinya, Diikuti 138 Orang
Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan menjadi proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja pejabat fungsional kesehatan.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Dinkes Kabupaten Wonosobo mengadakan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan kepada 138 orang, terdiri dari perawat, bidan, dan tenaga medis lainnya, di Gedung Sasana Adipura Kencana Kabupaten Wonosobo, Selasa (25/10/2022).
Kepala Dinkes Kabupaten Wonosobo, dr Mohamad Riyatno menyampaikan, uji kompetensi ini bertujuan untuk meningkatkan jenjang fungsional.
Baik ahli maupun pelaksana yang akan membuktikan bahwa nakes telah menjalankan tugas serta tanggungjawab sesuai profesinya.
Baca juga: Ditinggal Tidur Saat Tungku Belum Mati, Satu Rumah Warga di Desa Manggis Wonosobo Terbakar
Baca juga: Amankan Jalannya Pilkades Serentak 2022 Wonosobo, 1.700 Pasukan Gabungan Keamanan Diterjunkan
“Sebagai bukti nakes telah menjalankan tugas dan tanggungjawab sesuai profesinya masing-masing, dalam bentuk portofolio untuk dihadapkan kepada penguji,” tuturnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (25/10/2022).
Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan menjadi proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja pejabat fungsional kesehatan.
Hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi syarat kenaikan jenjang jabatan setingkat lebih tinggi.
Sehingga menghasilkan ketajaman pemikiran yang spesialisasi menurut bidang kompetensi masing-masing secara profesional.
Lebih lanjut Riyatno menyampaikan, untuk uji kompetensi jabatan fungsional kesehatan, bisa dilaksanakan secara mandiri di Wonosobo melalui dukungan tenaga penguji dari internal Dinkes.
Berbeda dengan jabatan tertentu seperti rekam medis, rehabilitasi medis, dan terapis yang mengharuskan mengirimkan personil ke luar kota.
Baca juga: Hampir Setiap Hari Terjadi Bencana, Bupati Wonosobo Gelar Apel Kesiapsiagaan Bencana
Baca juga: Wonosobo Aman, Rumah Restorative Justice Akan Ada di Desa-desa
Hal itu dikarenakan jumlahnya yang masih terbatas, untuk bergabung dengan daerah lain.
Selain itu, tenaga penguji yang ada juga belum memenuhi kualifikasi.
Melalui uji kompetensi, diharapkan mampu menyaring kualifikasi dari jabatan fungsional secara riil, baik segi kompetensi maupun praktik yang mengacu pada batasan layanan kesehatan yang komprehensif.
Sehingga, ke depan nakes betul-betul diuji mendalam sesuai keterampilannya.
“Kami harapkan, uji kompetensi ini mampu mendapatkan kualifikasi dari jabatan fungsional secara nyata baik dari segi kompetensi dan praktik sesuai batasan layanan kesehatan secara komprehensif."
"Dalam tahap ini baru melihat portofolio dari para peserta sehingga ke depan kami minta betul-betul diuji sesuai keterampilannya,” pungkas Riyatno. (*)
Baca juga: Nelayan Asal Ambarawa Semarang Tewas Tenggelam, Kata Saksi: Saat Menjala Ikan di Danau Rawapening
Baca juga: Heru Dengar Suara Merobek Kertas, 9 APK Calon Kades Duren Dirusak, Terjadi di Kabupaten Semarang
Baca juga: Masih Adakah Apotek Jual Obat Sirup Larangan Pemerintah di Jepara? Ini Hasil Sidak Edy Supriyanta
Baca juga: Narkoba dan Uang Palsu Dimusnahkan, Kejari Karanganyar: Barang Bukti Perkara Sejak Awal Tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/uji-kompetensi-tenaga-kesehatan-di-wonosobo.jpg)