Guru Berkarya
Pembelajaran Menyenangkan dengan Media Peta dan Globe
Komunikasi tidak selalu berjalan dengan baik dan lancar, sehingga seringkali dapat menimbulkan kebingungan siswa dalam menerimanya.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
Oleh: Laeli Musfiroh, S.Pd., Guru IPS SMP N 1 Randudongkal Kab.Pemalang
Kegiatan belajar mengajar merupakan proses komunikasi antara siswa dan guru.
Di dalam komunikasi tersebut guru menyampaikan pengetahuan dan pengalaman yang didapatkannya kepada siswa agar pengetahuan tersebut dapat dimiliki oleh siswa.
Komunikasi tidak selalu berjalan dengan baik dan lancar, sehingga seringkali dapat menimbulkan kebingungan siswa dalam menerimanya.
Karena kemampuan antara siswa satu dengan yang lainnya tidaklah sama dalam memahami setiap materi pembelajaran di kelas.
Oleh karena itu untuk memperlancar komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar di butuhkan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.
Media adalah segala sesuatu yang dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada siswa.
Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan siswa untuk belajar lebih banyak dan dapat memahami materi pelajaran lebih baik, sehingga akan meningkatkan performansi mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai ( Asnawir, 1987:1 )
Menurut Sudjana (1991:28) Penggunaan media dalam pembelajaran akan membuat pengajaran lebih menarik perhatian siswa, bahan pelajaran lebih jelas maknanya, metode mengajar lebih bervariasi, dan siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar.
Siswa menjadi tidak bosan dalam belajar, karena mereka lebih banyak melakukan kegiatan lainnya sepeti mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan.
Berarti media merupakan komponen penting sebagai alat bantu dalam pembelajaran.
Dalam pembelajaran ilmu pengetahuan Sosial di tingkat SMP, salah satu media yang dapat digunakan adalah peta dan globe.
Peta merupakan gambararan rata permukaan bumi yang lazimnya memberikan berbagai keerangan tentang bumi berupa garis, simbol kata dan warna, sedangkan globe merupakan model dari bumi atau bumi tiruan dari bentuk yang kecil (Hamalik, 1990:147).
Penggunaan media peta dan globe dalam pembelajaran IPS dapat memperjelas pengetahuan sesuai tujuan yang hendak di capai.
Di samping itu media peta dan globe juga dapat memotivasi siswa dalam belajar sehingga tercipta suasana belajar yang haronis dan menimbulkan rasa senang terhadap pengajaran pembelajaran IPS.
Untuk mengetahui lokasi suatu wilayah atau daerah, dapat dilihat dengan menggunakan letak astronomisnya pada media peta dan globe yaitu dengan melihat dan membaca garis lintang dan garis bujurnya, maka siswa dapat menentukan lokasi suatu wilayah dengan mudah.
Contoh menentukan kabupaten Pemalang terletak di 6º52’30” LS - 7º20’11” LS dan 109º17’30” BT - 109º40’30” BT.
Berdasarkan letak geografisnya, kabupaten Pemalang memiliki batas-batas, yaitu sebelah utara adalah laut jawa, sebelah selatan adalah kabupaten Purbalingga, sebelah barat adalah kabupaten Tegal, dan sebelah timur adalah kabupaten Pekalongan.
Dengan bimbingan guru diharapkan siswa dapat mudah membaca dan menentukan garis lintang dan garis bujurnya di peta dan globe, sehingga siswa dapat mencari dengan mudah letak suatu daerah atau wilayah yang akan dicari.
Terlepas dari pemahaman siswa yang berbeda – beda dengan media peta dan globe ini.
Diharapkan media ini merupakan salah satu media alternatif guru dalam mencapai pengajaran yang diinginkan. Keberhasilan pembelajaran ini harus didukung oleh sarana dan prasarana yang ada di sekolah, Kolaborasi yang baik guru dan siswa sangat di butuhkan guna meningkatkan keaktifan belajar siswa sehingga media peta dan globe dalam pengajaran IPS dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan dapat meningkatkan kegiatan belajar mengajar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Laeli-Musfiroh-SPd-Guru-IPS-SMP-N-1-Randudongkal-KabPemalang_1.jpg)