Liputan Khusus

Polres Banyumas Tarik Semua Surat Tilang, Diganti ETLE

TILANG secara manual telah resmi dihentikan dan digantikan dengan tilang elektronik alias E-TLE, Larangan menggelar tilang secara manual dituangkan da

Editor: m nur huda
Tribunjateng.com/Hanes Walda.
Ilustrasi Anggota Satlantas Polres Salatiga saat melakukan penilangan dengan memfoto pelanggar - TILANG secara manual telah resmi dihentikan dan digantikan dengan tilang elektronik alias E-TLE, Larangan menggelar tilang secara manual dituangkan dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per 18 Oktober 2022. 

TRIBUNJATENG.COM - TILANG secara manual telah resmi dihentikan dan digantikan dengan tilang elektronik alias E-TLE, Larangan menggelar tilang secara manual dituangkan dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per 18 Oktober 2022.

Kapolri menekankan segala pelanggaran harus ditindak melalui tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (e-TLE) baik statis maupun mobile.

Kebijakan itupun disambut baik oleh warga yang merasa sistem itu lebih baik dibanding manual.

Beberapa warga yang pernah ditilang mengaku merasakan pengalaman kurang menyenangkan saat ditilang polisi.

Baca juga: Alat ETLE Dipasang pada Mobil Patroli dan Drone di Jawa Tengah

Kasat Lantas Polresta Banyumas, Kompol Bobby A Rachman mengatakan tidak ada persiapan khusus.

"Persiapan khusus tidak ada karena sejak awal sudah mengendepankan secara elektronik. Saat operasi zebra kemarin juga melakukan ETLE mobile. Tilang manual bisa dilakukan terkecuali untuk pelanggaran yang kecelakaan lalu lintas," katanya.

Ia mengatakan penindakan secara ETLE sudah sejak lama dilakukan. Penindakan tilang elektronik dapat dilakukan secara dua cara. Pertama menggunakan CCTV dan kedua adalah mobile.

Ada empat titik pemberlakuan ETLE di Purwokerto yaitu di Simpang Sawangan, Aston, Karangkobar, dan Omnia.

Kasatlantas mengatakan rata-rata pelanggaran di Banyumas adalah tidak menggunakan helm, melawan arus dan knalpot brong.

Patokan pada operasi zebra Satlantas Banyumas menindak setidaknya 19 ribu kendaraan. Adapun 90 persen adalah kendaraan roda dua.

Pelanggaran itu terbagi lagi yang tidak pakai helm sekitar 35 persen, melawan arus 35 persen dan 15 persen knalpot brong. Pihaknya mengatakan kebijakan ETLE menekan kasus Pungli yang dilakukan aparat keamanan.

"Surat tilang saya pegang semua jadi surat tilang yang ada pada anggota semua ditarik. Setiap anggota yang minta surat tilang kita punya datanya. Tapi surat tilang itu saat ini sudah tidak dipegang anggota kepolisian, karena kebanyakan dibekali ETLE mobile," imbuhnya. (tim/TRIBUN JATENG CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved