Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Mark Zuckerberg PHK 11.000 Lebih Karyawan Meta

Raksasa teknologi Meta memberhentikan 13 persen total karyawannya, atau setara lebih dari 11.000 karyawan.

(AP PHOTO/ERIC RISBERG)
Terlihat di layar, CEO Facebook Mark Zuckerberg saat mengumumkan nama baru mereka, Meta, dalam sebuah acara virtual pada Kamis (28/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, NEW YORK - Meta melakukan Putus Hubungan Kerja (PHK) massal.

Raksasa teknologi itu memberhentikan 13 persen total karyawannya, atau setara lebih dari 11.000 karyawan.

Ini terungkap dalam pesan yang dikirimkan langsung oleh CEO Meta Mark Zuckerberg, kepada para karyawan.

Baca juga: Mark Zuckerberg Tak Lagi Masuk Daftar 10 Orang Terkaya di Amerika

"Hari ini saya menyampaikan beberapa perubahan tersulit yang dimbil dalam sejarah Meta," tulis Mark, dalam suratnya, dikutip dari CNBC, Kamis (10/11/2022).

"Saya memutuskan untuk mengurangi jumlah karyawan perusahaan sebesar 13 persen, dan melepas lebih dari 11.000 karyawan bertalenta kami," tambah dia.

Dalam surat tersebut, Mark juga menyebutkan, manajemen akan mengambil sejumlah langkah lain untuk membuat perusahaan lebih ramping dan efisien ke depannya, yakni melalui pemotongan biaya diskresioner dan memperpanjang masa penghentian perekrutan hingga kuartal pertam tahun depan.

Pemangkasan karyawan itu terjadi di tengah masa sulit bagi Meta.

Induk platform Facebook, WhatsApp, dan Instagram itu sedang menghadapi tren penurunan pendapatan, disertai peningkatan biaya operasional signifikan.

Investor saat ini khawatir terhadap biaya dan pengeluaran Meta yang terus meningkat, di mana pada kuartal III-2022 melesat 19 persen secara tahunan menjadi 22,1 miliar dollar AS.

Padahal, di sisi lain penjualan keseluruhan Meta turun 4 persen secara tahunan menjadi 27,71 miliar dollar AS, sementara pendapatan operasional anjlok 46 persen menjadi 5,66 miliar dollar AS.

Mark bilang, perusahaan tengah melakukan pengurangan di berbagai divisi, namun perekrutan tidak akan berjalan secara proporsional, sebagai imbas dari rencana perusahaan untuk merekrut lebih sedikit tenaga kerja pada 2023.

Meta memperpanjang periode pembekuan perekrutan hingga kuartal pertama tahun depan dengan sedikit pengecualian.

"Ini merupakan momen sedih, dan tidak ada jalan lain untuk itu.

Untuk mereka yang pergi, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih untuk seluruh kontribusi diberikan di sini," ujarnya.

Adapun karyawan yang terdampak pemangkasan akan menerima bayaran setara 16 minggu upah, ditambah dua minggu upah untuk setiap tahun bekerja.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved