Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Apa Itu G20? Sejarah dan Anggota Forum Kerja Sama Multilateral Negara Maju dan Berkembang 

Apa Itu G20? Sejarah dan Anggota Forum Kerja Sama Multilateral Negara Maju dan Berkembang 

Tayang:
Penulis: non | Editor: galih permadi
kemdikbud
Apa Itu G20? Sejarah dan Anggota Forum Kerja Sama Multilateral Negara Maju dan Berkembang  

Apa Itu G20? Sejarah dan Anggota Forum Kerja Sama Multilateral Negara Maju dan Berkembang 

TRIBUNJATENG.COM - Apa itu G20? Berikut sejarah dan anggota forum kerja sama multilateral antar negara maju dan berkembang.

Indonesia terpilih secara resmi sebagai tuan rumah presidensi G20 sejak tahun lalu.

Serah terima presidensi juga telah dilakukan dari Italia sebagai Presidensi 2021 kepada Indonesia secara langsung.

Serah terima tersebut diadakan pada 31 Oktober 2021 lalu di Italia.

Apa Itu G20?

G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU).

G20 merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia.

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022 mendatang di Bali.

Anggota G20 adalah negara maju dan negara berkembang yang memiliki tingkat pendapatan menengah dan tinggi.

Meski memiliki banyak anggota, G20 tidak memiliki pemimpin atau ketua tetap,

karena kepemimpinan dijalankan fungsi presidensi yang dipegang salah satu negara anggota selama satu tahun

Dikutip dari Kontan, sejarah G20 berawal dari 1999 sebagai sebuah pertemuan para menteri keuangan dan gubernur Bank Sentral.

Saat itu, pertemuan dimaksudkan untuk membahas kebijakan dalam rangka mencapai stabilitas keuangan internasional.

Forum ini sebagai upaya untuk mencari solusi atas kondisi ekonomi global yang dilanda krisis keuangan global tahun 1997-1999.

Pertemuan ini melibatkan negara-negara berpenghasilan menengah dan memiliki pengaruh ekonomi sistemik, termasuk Indonesia.

Sembilan tahun kemudian, tepatnya pada 14-15 November 2008,

para pemimpin negara-negara G20 berkumpul untuk KTT G20 yang pertama di Amerika Serikat.

Pada kesempatan itu, para pemimpin negara mengoordinasikan respons global terhadap dampak krisis keuangan,

yang terjadi di AS saat itu dan sepakat untuk mengadakan pertemuan lanjutan.

Anggota forum G20:

1. Amerika Serikat

2. Argentina

3. Brazil

4. Australia

5. Kanada

6. Meksiko

7. Turki

8. Indonesia

9. Korea Selatan

10. Jepang

11. China

12. Jerman

13. Inggris

14. India

15. Arab Saudi

16. Afrika Selatan

17. Italia

18. Prancis

19. Rusia

20. Uni Eropa.

Manfaat Presidensi G20 di Indonesia

Mengutip laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan,

setidaknya ada 3 manfaat besar menjadi Presidensi G20 bagi Indonesia Manfaat tersebut,

menurutnya, akan dirasakan di bidang ekonomi, pembangunan sosial dan politik.

Adapun dari aspek ekonomi, diantaranya meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp 1,7 triliun,

penambahan PDB nasional hingga Rp7,4 triliun, dan pelibatan UMKM.

Begitu juga manfaat penyerapan tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor.

Mengutip laman Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut,

manfaat Indonesia sebagai Presidensi G20, di antaranya penciptaan lapangan kerja dengan jumlah besar karena ada 157 pertemuan yang akan dilakukan.

Selain itu, Menkeu juga menyebut Indonesia sebagai negara emerging dan negara terbesar di ASEAN telah dinilai sebagai negara yang memiliki perekonomian dan sistem politik yang stabil.

Menurutnya, jika ekonomi tumbuh, maka efek rambat itu juga akan memberikan pengaruh kepada Indonesia,

seperti penerimaan negara, penerimaan pajak, bea cukai hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Hal ini karena jika ekonomi dunia membaik, maka komoditas naik dan ekspor meningkat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved