Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Borobudur Marathon

Pretty Sihite Bocorkan Kunci Pecah rekor pribadi di Borobudur Marathon 2022

Pelari putri Pretty Sihite berhasil menjadi yang tercepat di ajang Borobudur Maraton 2022 kategori Elite Race putri.

Ariel/ Tribun Jateng
Pelari Pretty Sihite saat melewati garis finish Borobudur Maraton 2022 kategori putri Elite Race di Taman Lumbini Kawasan Candi Borobudur, Sabtu (12/11/2022) pagi 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Pelari putri Pretty Sihite berhasil menjadi yang tercepat di ajang Borobudur Maraton 2022 kategori Elite Race putri yang berlangsung di Kawasan Candi Borobudur, Sabtu (12/11/2022).

Pretty mencatatkan waktu 3 jam 10 menit 44 detik, mengungguli Yulianti di urutan kedua dengan catatan 3 jam 15 menit 42 detik, dan pelari asal Jateng, Trianingsih yang harus puas di urutan tiga dengan catatan 3 jam 17 menit 21 detik.

Momen kemenangan Pretty Sihiteup spesial buatnya oleh karena ia berhasil mencatatkan personal best (PB) dari pencapaiannya di Borobudur Maraton 2021 dengan catatan 3 jam 18 menit 59 detik.

Baca juga: Cerita Anak Petani Gagal Jadi Polwan: Sudah Lolos Seleksi, Namanya Digantikan Keponakan Perwira

Baca juga: Tiga Warga Mijen Semarang Terpapar Covid-19, Jalani Isolasi Mandiri

Baca juga: Nelayan Semarang Optimistis Ganjar-Erick Thohir Bawa Kesejahteraan untuk Indonesia

Pretty mengatakan, kunci keberhasilannya kali ini karena persiapan cukup matang sebelum mengikuti Borobudur Maraton 2022.

"Di tahun 2021 saya latihan endurance kurang, tahun ini saya spesifik latihan ke daya tahan," kata Pretty dalam jumpa pers.

Pretty mengungkapkan, dalam keikutsertaannya kali ini ia sudah meyakini bakal memecahkan rekor pribadi (Personal Best). 

"Jadi pada saat berlari tadi kenapa bisa PB karena sudah yakin dengan diri sendiri karena saya sudah melewati ambang batas dari pelatih. Tahun ini sangat fun larinya dibanding dua edisi sebelumnya di Borobudur Maraton," ungkapnya.

Meski juara, Pretty masih belum memecahkan perolehan juara edisi sebelumnya milik pelari senior Odekta Naibaho dengan catatan 3 jam 2 menit 48 detik.

Apa kendalanya?.

"Kak ode punya (level) VO2max yang sangat bagus. VO2max saya masih di bawah," katanya.

Yang jelas, Pretty mengapresiasi kegiatan Borobudur Maraton yang dinilainya terstruktur dengan baik.

"Borobudur ini beda dengan event lain. Borobudur Maraton ini terstrukur, kita atlet juga bisa lebih tenang," ungkapnya.

Sedangkan juara di Elite Race putra, Nursodiq mengungkapkan, salah satu kunci keberhasilan juara kali ini karena disaksikan istri dan anak-anaknya.

"Ada motivasi tersendiri, istri, anak-anak dan mertua saya menonton, saya termotivasi mengejar personal best saya," kata Nursodiq.

Nursodiq mencatatkan waktu 2 jam 38 menit 5 detik. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved