Berita Nasional

Minta Jaksa Ajukan Banding, Korban Indra Kenz Berharap Aset Sitaan Tak Diserahkan ke Negara

Hakim memerintahkan seluruh aset yang disita dari terdakwa kasus investasi bodong binary option Binomo, Indra Kenz, diserahkan ke negara.

tribunnews
Indra Kenz saat konferensi pers. 

TRIBUNJATENG.COM, TANGERANG - Hakim memerintahkan seluruh aset yang disita dari terdakwa kasus investasi bodong binary option Binomo, Indra Kenz, diserahkan ke negara.

Para korban kecewa hingga meminta jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan banding atas putusan hakim.

"Putusan majelis hakim yang dibacakan itu sangat mengecewakan para korban.

Baca juga: Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara dan Denda 5 Miliar dalam Kasus Binary Binomo

Oleh karena itu, kami selaku kuasa hukum para korban menuntut jaksa untuk mengajukan upaya banding," kata Irsan Gusfrianto selaku kuasa hukum korban di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (14/11/2022).

Irsan menyebutkan, keputusan aset sitaan dikembalikan ke negara telah mengecewakan para korban.

Para korban kasus investasi bodong binary option Binomo
Para korban kasus investasi bodong binary option Binomo yang menjerat terdakwa Indra Kesuma alias Indra Kenz menangis histeris karena hakim majelis sidang memutuskan aset harta kekayaan yang disita dari terdakwa akan dikembalikan ke negara. Persidangan putusan itu digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (14/11/2022).

Sebab, para korban tidak bisa menerima dana kerugian yang mereka laporkan.

"Oleh karena itu, kami berharap supaya jaksa penuntut umum melakukan banding terhadap perkara ini," kata dia.

Irsan menjelaskan, aset-aset yang disita dari Indra Kenz bukanlah kerugian negara, melainkan kerugian para korban yang melapor.

Total korban yang melaporkan kasus penipuan trading Binomo atas terdakwa Indra Kenz ini berjumlah 144 orang, dengan nilai kerugian sebesar Rp 83.365.707.894 (Rp 83,36 miliar).

Para korban berharap, selain Indra Kenz mendapatkan hukuman pidana, kerugian yang mereka alami bisa diganti.

"Kami selaku kuasa hukum menganggap hak-hak korban telah dirampas oleh negara lewat tangannya pelaku kejahatan," ucap Irsan.

"Biar bagaimanapun aset sitaan itu bersumber dari para korban, sehingga sudah selayaknya dikembalikan kepada korban," tambah dia.

 
Para korban merasa hakim tidak mempertimbangkan bahwa uang kerugian ratusan juta bahkan miliaran rupiah tersebut bukanlah uang negara.

Selain itu, sebagian besar para korban mengaku mendapatkan uang untuk trading dari hasil meminjam uang kepada sanak-saudara, menjual properti, menjual tanah, berutang kepada keluarga, dan lain sebagainya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved