Program PINTAR
Seriusi Data Rapor Pendidikan, Pemkab Banyumas Gelar Rapat Pemangku Kepentingan
Pemkab Banyumas kembali menggelar rapat pemangku kepentingan setelah disepakatinya data rapor pendidikan oleh Kemendikbudristek, Kemendagri.
“Memformulasikan intervensi yang tepat untuk masalah yang sudah dipetakan. Sekolah dampingan TF harus berbeda kualitasnya dari sisi proses akademis, hasil akademis dan iklim akademik kemampuan literasi, numerasi, indeks karakter, iklim keamanan, dan iklim kebinnekaan. Pemerintah daerah boleh mengembangkan pada indikator lain di luar 5 indikator di atas,” ungkapnya.
Joko melanjutkan, “Program dari Tanoto Foundation harus dikerjakan dan ditangani bersama terutama dalam IKM. Supaya bisa bersama-sama mengubah mindset guru bahwa masih butuh beragam inovasi untuk meningkatkan kondisi pendidikan sekarang ini di Banyumas. Lemahnya literasi dan numerasi harus menjadi tanggung jawab bersama, dengan memulai dari membangun akhlak semua pihak yang terkait.”
Berdasarkan data rapor pendidikan itu, Angger Warastri, S.K.M, M.Eng., sebagai perwakilan Kepala Bappeda Banyumas, menyampaikan arah kebijakan, strategi, dan inovasi permasalahan.
Ada dua poin mengenai arah kebijakan, yaitu peningkatan akses pelayanan dan penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan tingkat pendidikan masyarakat.
Strategi mencakup peningkatan sarpras pendidikan dan kualitas pendidik serta tenaga kependidikan.
“Gerakan ‘Mayuh Sekolah Maning’ untuk penanganan anak tidak sekolah,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tanoto-banyumas.jpg)