Pospenas IX di Solo

Dzulfikar Santri Asal Malang Jadi Pelari Tercepat 400 Meter di Pospenas IX Solo

Dzul berharap adik-adik angkatannya di pesantren bisa mengikuti jejaknya untuk meraih prestasi di bidang seni dan olahraga.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Dzulfikar, Yad Hapizudin, dan Hadi Mulyadi menerima penghargaan juara lari 400 meter di Stadion Sriwedari Surakarta, Kamis (24/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SURAKARTA - Hujan mengguyur Stadion Sriwedari Surakarta saat berlangsung kompetisi atletik Pospenas IX 2022, Kamis (24/11/2022).

Meski hujan turun, semangat para atlet santri untuk berkompetisi di lintasan tak surut. 

Hujan mulai saat enam finalis lomba lari 400 meter bertanding.

M Dzulfikar dan para finalis lain terus berlari meski hujan membasahi tubuh mereka. 

Baca juga: Gunakan Tangan Kiri, Zarkasi Santri dari Kalimantan Barat Ikuti Lomba Kaligrafi Pospenas IX di Solo

Lintasan yang basah karena hujan membuat mereka harus lebih hati-hati saat berlari. 

M Dzulfikar keluar sebagai Juara 1 menyisihkan lawan-lawannya dengan catatan waktu 54.12.

Adapun Juara 2 diraih kontingen asal Jawa Barat, Hadi Mulyadi dengan catatan waktu 55.28.

Juara 3 diraih kontingen asal NTB, Yad Hapizudin dengan catatan waktu 55.64.

Dzul senang atas capaian yang berhasil ditorehkannya itu. 

Baca juga: Balqis Bangga Sumbang Medali Untuk Kontingen Jateng Lomba Standup Comedy Pospenas IX Solo

Baca juga: Puluhan Santri Ikuti Lomba Pidato Bahas Inggris Pospenas, Sandi: Tidak Cari Menang, Tapi Pengalaman

"Senang karena baru pertama ini saya menang di kompetisi resmi," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (24/11/2022). 

Santri Ponpes Darul Hikmah Kota Malang, Jawa Timur itu mengatakan, mungkin ini adalah kompetisinya yang terakhir.

Ini mengingat saat ini sudah duduk di bangku kelas 3 SMA dan sebentar lagi lulus. 

Pada Pospenas mendatang, dia tidak bisa lagi ikut berjuang membela almamaternya. 

Baca juga: Antusiasnya Riski Ikuti Lomba Pidato Pospenas, Kenakan Pakaian Adat Lampung, Bangga Bisa Tampil

Meski Dzul tetap berharap karirnya di dunia olahraga tidak berhenti sampai di sini.

Terlebih dia masih bersemangat untuk meningkatkan prestasi. 

Dzul berharap adik-adik angkatannya di pesantren bisa mengikuti jejaknya untuk meraih prestasi di bidang seni dan olahraga.

Selain mengaji, santri perlu juga mampu mengasah potensi dan bakatnya agar bisa mengembangkan diri. 

"Harapan saya ke adik-adik santri, untuk mengikuti jejak saya."

"Kalau ada kesempatan ikuti," katanya. (*)

Baca juga: Sosok Muhammad Zufron yang Ajarkan Murid Tuna Netra Melihat Dengan Ilmu Pengetahuan

Baca juga: Penerapan Problem Based Learning dalam Memecahkan Soal Cerita Matematika

Baca juga: Polisi Tetapkan Sopir Minibus Kecelakaan Maut di Wonogiri Jadi Tersangka

Baca juga: Pakai Google Lens Buka Kamera HP Bisa Langsung Translate Gak Perlu Kuota, Begini Caranya

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved