Berita Kesehatan
Anggur Hutan Liar, Buah Kaya Antioksidan yang Bermanfaat Baik Untuk Kesehatan
Anggur liar (Ampelocissus martini) merupakan salah satu buah liar yang sering ditemukan di hutan.
TRIBUNJATENG.COM - Anggur liar (Ampelocissus martini) merupakan salah satu buah liar yang sering ditemukan di hutan.
Kehadirannya seringkali menjadi penawar dahaga bagi masyarakat yang tiap hari berkelana di hutan.
Keluarga Vitaceae ini merupakan pemanjat atau perdu yang mudah ditemukan di hutan-hutan.
Meski buahnya memiliki rasa yang lebih asam, namun anggur liar termasuk buah yang dapat dikonsumsi dan memiliki kandungan fitokimia yang sangat baik untuk kesehatan (Elsa et al., 2012).
Deskripsi
Buah anggur liar berbentuk bulat telur kecil dengan warna hijau muda.
Anggur liar memiliki daging lunak berwarna putih, berserat dan juga terdapat biji berbentuk bulat, besar dengan warna putih.
Daun Anggur liar berbentuk jantung dengan tepi bergerigi dan ujung daunnya bercangap. Tulang daun menjari, ujungnya runcing dan berbentuk bulat hingga lonjong.
Batang Anggur liar berkayu, beruas-ruas atau berbuku, berbentuk silindris dan berwarna kecoklatan.
Permukaan batangnya dengan diameter 2-5 cm. Pada awal pertumbuhan, batang anggur liar mencari penopang pada tumbuhan di sekitarnya, dan kemudian tumbuh membelit dan memanjat pohon lain yang lebih besar.
Bunganya Anggur liar berbentuk malai. Satu ranting bisa muncul lebih dari satu malai. Bunga berbilangan 4-5, dan cakram bunga beralur 5-10.
Akar memiliki system perakaran tunggang dan dapat menembus media tanah mencapai 30-60 cm bahkan lebih.
Namun jika ditanam dengan cara stek, anggur memiliki akar cabang atau serabut (Elsa et al., 2012).
Kandungan
Buah Anggur liar memiliki kandungan senyawa resveratrol oligomers, antosianin, phenolic dan flavonoid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anggur-liar-ampelocissus-martini-merupakan-salah-satu-buah-liar-yang-sering-ditemukan-di-hutan.jpg)