Berita Kriminal

Skenario Ibu Aniaya Putrinya Hingga Tewas Dibongkar Seorang Dokter, Awalnya Ngaku Anaknya Terjatuh

Teganya seorang ibu menganiaya putrinya sendiri mengakibatkan bocah yang duduk di kelas 2 SD itu meninggal dunia.

Editor: rival al manaf
Istimewa
Teganya seorang ibu menganiaya putrinya sendiri mengakibatkan bocah yang duduk di kelas 2 SD itu meninggal dunia. 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Teganya seorang ibu menganiaya putrinya sendiri mengakibatkan bocah yang duduk di kelas 2 SD itu meninggal dunia.

Ibu berinisial U (32), asal Surabaya itu kini ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi mengaku sudah menyita banyak barang bukti yang digunakan pelaku untuk memukul putrinya.

Baca juga: Hasil Lengkap Piala Dunia Malam Tadi Brasil Portugal Menang, Uruguay Ditahan Korsel

Baca juga: Momen Mensos Risma Dimarahi Prajurit Saat Kunjungi Lokasi Gempa Cianjur: Tidak Terima Aku

Baca juga: Hasil Piala Dunia Brasil Menang Susah vs Serbia, Pahlawan Kemenangan Bukan Pemain Madrid atau PSG

Mulai dari gagang sapu, sendal, hingga gitar ukuran kecil atau kentrung.

"Kami sudah sita semua barang bukti, termasuk yang digunakan untuk memukul seperti gagang sapu, sendal, hingga gitar kentrung," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKP Arief Rizky Wicaksana kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, tersangka memukul korban karena kesal kepada korban.

"Tersangka kesal karena setiap kali disuruh selalu lamban dan tidak sesuai dengan kemauan tersangka," jelasnya.

Korban mengalami luka hampir di sekujur tubuh seperti di lengan, belakang kepala, kaki, dan dahi.

"Ada luka yang paling parah yakni di belakang kepala," jelasnya.

Aksi penganiayaan tersebut tidak sekali dua kali dialami korban.

Dari hasil pemeriksaan dokter dan pengakuan tersangka, aksi penganiayaan tersebut terjadi setidaknya sejak 2 tahun terakhir.

U sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut bersama L rekannya.

Keduanya dijerat Pasal 76C jo Pasal 80 ayat (2) dan atau ayat (3) dan atau ayat (4) UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

"Kedua tersangka kini ditahan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk kepentingan pemeriksaan," kata Arief.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved