Berita Semarang

Melatih Jiwa Pengusaha Santri Ponpes Al-Ma'rufiyyah Semarang dengan Budidaya Jamur Tiram 

Pondok Pesantren Al-Ma'rufiyyah Tambak Aji Ngaliyan Semarang memiliki cara kreatif dalam melatih santrinya membentuk jiwa pengusaha.

agus salim irsyadullah
Santri di Ponpes Al-Ma'rufiyyah Tambak Aji Semarang memperlihatkan budidaya Jamur Tiram yang berada di seberang Tol Ngaliyan, tak jauh dari lokasi Ponpes. Sabtu (26/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, Semarang - Pondok Pesantren Al-Ma'rufiyyah Tambak Aji Ngaliyan Semarang memiliki cara kreatif dalam melatih santrinya membentuk jiwa pengusaha.

Santri di sana yang juga sebagai mahasiswa UIN Walisongo, dibekali keterampilan budidaya Jamur Tiram.

Dengan budidaya Jamur Tiram tersebut, kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ma'rufiyyah, Syaiful Amar sebagai bentuk kemandirian pesantren sekaligus melatih dan menumbuhkan jiwa pengusaha santri.

"Jadi Ponpes Al-Ma'rufiyyah ini alhamdulillah dipercaya sebagai mitra BRI Wilayah Jawa Tengah untuk pengembangan budidaya jamur sejak 2019 untuk kemandirian pesantren dan melatih jiwa pengusaha santri," katanya saat ditemui Tribunjateng.com pada Sabtu (26/11/2022).

Ia mengatakan, ada beberapa pilihan budidaya untuk melatih jiwa pengusaha santrinya berupa ternak ayam, Jamur Tiram, bebek dan kambing. Namun, budidaya Jamur Tiram dipilih lantaran lebih fleksibel dalam pengelolaannya meskipun berada di cuaca panas seperti Semarang.

Menurutnya, Jamur Tiram masih bisa dibudidayakan selama berada di ruangan yang sejuk.

"Semarang dengan cuaca panas sebenarnya kurang efektif. Meski begitu, jamur juga bisa dibudidaya di lingkungan sejuk seperti di sini," imbuhnya.

Selain itu, hasil budidaya Jamur Tiram tersebut, diakuinya mampu membantu perekonomian di pesantren.

Dalam sekali panen, kata dia bisa menghasilkan 5 - 15 kg Jamur Tiram. 

"Panen tergantung suasana, paling ramai biasanya musim hujan. Perhari bisa sampai 15kg. Cuma dalam beberapa terakhir hanya mencapai 5kg," jelasnya.

Biasanya, ia memasarkan Jamur Tiram kepada penjual sayur sekitar dan beberapa masyarakat yang telah memesan sebelum masa panen tiba.

"Permintaan jamur cukup stabil. Ada penjual sayur, ada juga pelanggan tetap yang minta didropping," tuturnya.

Disinggung mengenai pemasaran di toko besar dan Swalayan sekitar wilayah Ngaliyan, ia masih mempertimbangkan hal tersebut.

Diakuinya, Ponpes Al-Ma'rufiyyah hanya sebagai produsen dan belum bertindak sebagai pengolah.

"Ponpes di sini hanya tahap produksi. Sedangkan pengolahan dan pengemasan kita masih melibatkan pihak ketiga," paparnya. (*)

Baca juga: Pj Bupati Pati Henggar: Guru Harus Berinovasi Sesuai Perkembangan Zaman

Baca juga: Warungnya Diminta Mundur, Pedagang di Pantai Pulo Kodok Tegal Harap Ada Bantuan Pengurukan Tambak

Baca juga: HUT PGRI, Bupati Afif Inginkan Guru Beri Perhatian Khusus Bagi Siswa Putus Sekolah & Disabilitas

Baca juga: Usai Solo Jadi Tuan Rumah Pospenas IX, Waryono: Lokasi Selanjutnya Belum Ditentukan

Sumber: Tribun Jateng
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved