Breaking News:

Berita Nasional

Pengiriman Nama Calon Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika ke DPR Ditunda, Ada Perubahan Nama?

Sejumlah pihak menduga, nama yang tercantum dalam surat yang akan dikirimkan itu yakni Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono

Editor: muslimah
SETPRES/AGUS SUPARTO
Jenderal Andika Perkasa saat dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Panglima TNI di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Siapa Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa masih mengundang rasa penasaran.

Apalagi terbaru ada pernjadwalan ulang penyerahan surat presiden (surpres) pergantian Panglima TNI kepada DPR RI.

Sesua agenda awal, surat tersebut awalnya akan dikirimkan Rabu (23/11/2022) pukul 10.30 WIB.

Namun berubah atau dijadwal ulang menjadi 28 November.

Baca juga: Donasi Anda Sangat Berarti, Ini 5 Kanal Resmi, Bisa Dimanfaatkan untuk Bantu Korban Gempa Cianjur 

Baca juga: Pembunuhan ASN Bapenda Semarang Jadi Sorotan Nasional, Kompolnas Cek Lokasi Penemuan Jasad Iwan Budi

Sejumlah pihak menduga, nama yang tercantum dalam surat yang akan dikirimkan itu yakni Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

Yudo digadang-gadang menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang akan pensiun pada 21 Desember 2022.

Namun, surat yang akan dikirim itu tak kunjung meluncur ke Senayan sampai keesokan harinya.

Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengatakan, pengiriman surat tersebut ditunda karena Ketua DPR RI Puan Maharani masih berada di luar negeri.

Selanjutnya, pengiriman surpres itu dijadwalkan ulang pada Senin, 28 November 2022.

"Sekretaris Jenderal DPR sudah berkomunikasi dengan Sekretariat Negara bahwa surat tersebut akan disampaikan oleh Mensesneg kepada Ketua DPR, direncanakan, dijadwalkan pada Senin 28 November," ucap Indra.

Berbau politis

Terkait hal ini, pengamat hukum tata negara dari Universitas Andalas Feri Amsari tak membaca penundaan penyerahan surpres tersebut hanya karena Puan Maharani sedang dinas ke luar negeri.

Menurut dia, ada alasan politis kenapa supres yang harusnya diserahkan pada Rabu pekan ini menjadi mundur pada Senin pekan depan.

Ia menduga, ada kesengajaan mengulur-ulur proses yang semestinya segera dituntaskan pemerintah dan DPR.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved