Berita Semarang

Kata Admin Arisan Online Jatuh Tempo Saat Dituding Menipu Emak-emak Member Arisan

Admin Arisan Online Jatuh Tempo (Japo) inisial YPM buka suara usai dituding menipu.

Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: sujarwo
Rahdyan Trijoko Pamungkas
Ilustrasi. Korban arisan online tunjukan kerugian yang dialami saat mengikuti arisan online yang digelar oknum PNS Pemprov Jateng usai menghadiri sidang gugatan di Pengadilan Negeri Semarang. Selasa (29/11/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Admin Arisan Online Jatuh Tempo (Japo) inisial YPM akhirnya buka suara usai dituding menipu belasan emak-emak.

Melalui kuasa hukumnya, Ahmad WS Dilapanga, YPM berdalih jika arisan yang dimulai Oktober tahun lalu tersebut dilakukan atas dasar kesepakatan bersama dengan menjunjung tinggi rasa saling percaya.

"Arisan Japo (Jatuh Tempo) dilaksanakan berdasarkan kesepakatan seluruh member Japo," kata Ahmad pada Kamis (1/12/2022).

Awalnya, arisan Japo berjalan normal. Namun, semua berubah kala dua member inisial PK dan HY memenangkan undian.

Usai memenangkan undian, kata Ahmad, PK dan HY enggan mengangsur arisan sesuai kesepakatan peserta. Alhasil, kelompok arisan yang dipimpin YPM merugi sebesar Rp 2,8 miliar.

Sadar akan permasalahan yang menimpa kelompok arisannya, YPM selaku admin merasa bertanggung jawab dengan menutupi kerugian itu menggunakan uang pribadinya.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah yang dialami YPM waktu itu.

Selain kelompok arisan yang ia pimpin merugi, ia juga terbebani masalah tak berkesudahan yang seharusnya tidak ia tanggung.

"Sejak 21 Maret 2022 arisan Japo berhenti dikarenakan member tersebut tidak lagi membayar kewajibannya sebagaimana yang telah disepakati bersama sehingga menyebabkan arisan Japo berhenti total," 

"Beberapa member lain juga memilih berhenti untuk memenuhi kewajibannya membayar angsuran setelah mengetahui Arisan Japo berhenti total." tegas Ahmad.

YPM, diceritakan Ahmad telah berupaya berulang kali menghubungi member PK dan HY untuk mengembalikan uang arisan.

Sial, upaya YPM tak membuahkan hasil. Ia justru dituding menipu oleh member arisan yang lain. 

"Klien kami dituduh menipu. Padahal klien kami hanya admin yang memfasilitasi berjalannya arisan, tidak seharusnya bertanggung jawab mengganti uang arisan yang dibawa kabur member,” jelas Ahmad.

Tak terima dengan perlakuan membernya, YPM bersama kuasa hukumnya lantas melaporkan 18 member tersebut ke Pengadilan Negeri Semarang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved