Berita Pekalongan

Deteksi Dini, Warga Binaan Rutan Pekalongan Jalani Tes HIV

Memperingati Hari AIDS Sedunia Tahun 2022, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan berkolaborasi dengan Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pekalongan menggelar pe

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: m nur huda
Dok Kominfo Kota Pekalongan
Dinas Kesehatan Kota Pekalongan berkolaborasi dengan Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pekalongan menggelar penyuluhan dan pemeriksaan deteksi dini (skrining) terkait pencegahan dan penularan penyakit HIV/AIDS yang menyasar sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan setempat. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Memperingati Hari AIDS Sedunia Tahun 2022, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan berkolaborasi dengan Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pekalongan menggelar penyuluhan dan pemeriksaan deteksi dini (skrining) terkait pencegahan dan penularan penyakit  HIV/AIDS yang menyasar sejumlah warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan setempat.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Pekalongan, dr Indah Kurniawati menjelaskan penyuluhan yang diberikan kepada para WBP yaitu mulai dari deteksi dini, pencegahan, penyebab, cara penularan dan pengobatan.

Disamping itu, para WBP Rutan Pekalongan juga diminta mengikuti tes HIV/AIDS melalui pengambilan sampling darah.

"Jangan berkecil hati bila terdeteksi HIV, harus semangat dalam menjalani hidup dengan menjaga pola hidup sehat," jelas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Pekalongan, dr Indah Kurniawati, Sabtu (3/12/2022).

Dr Indah mengungkapkan, Kementerian Kesehatan menggaungkan pencegahan HIV/AIDS dengan cara 'STOP'  dimana kepanjangan tersebut yaitu dari Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan.

Suluh, yaitu memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Temukan, yakni menemukan penyakitnya dengan cara skrining konsultasi pemeriksaan darah (vct).

Obati, yakni dengan cara mengobati penyakit HIV/AIDS. Sedangkan, Pertahankan maksudnya adalah pengobatan dipertahankan jangan sampai putus di tengah jalan, karena HIV tak bisa sembuh hanya dengan mempertahankan kualitas hidup saja.

"Kami berharap, semoga semuanya sehat selalu dalam menjalani masa pidana di Rutan Pekalongan," ungkapnya.

Pihaknya mengatakan, AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV akibat kontak seksual. Memang pada awalnya tanpa gejala yang signifikan tetapi lambat laun akan terlihat. 

"HIV ini tidak bisa disembuhkan. Apabila tubuh sudah tertular virus HIV, maka tubuh akan sangat rentan terhadap penyakit lainnya. Saya imbau jangan pernah berhubungan sesama jenis di penjara," katanya.

Sementara itu, KaSubsie Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II A Pekalongan, Tavip Imam Haryanto mengucapkan terima kasih banyak kepada Dinas Kesehatan Kota Pekalongan atas kerjasamanya dalam penyelenggaraan kegiatan ini, dengan begitu WBP akan lebih sadar terhadap kesehatan dan bahaya penyakit menular. 

"Hal ini juga senada dengan instrumen pengamanan Rutan Pekalongan yakni deteksi dini terhadap penyakit menular demi keamanan dan kenyamanan WBP maupun petugas dalam penyelenggaran proses pemasyarakatan," katanya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved