Berita Semarang
Inilah Pengakuan Lengkap Dua Copet Asal Jakarta Beraksi di Semarang di HUT PGRI 2022
Dua copet asal Jakarta Ade Taryo (54) warga Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, dan M Nurdin (61) warga Manggarai Selatan di HUT PGRI 2022 di Semarang
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Pelaku tampak profesional sebab untuk melancarkan aksinya sengaja berpakaian selayaknya pegawai PGRI yakni pakai batik putih hitam dan peci.
"Iya, dua pelaku pakai seragam PGRI sebagai upaya kamuflase agar tak dicurigai. Mereka pakai baju PGRI dengan beli di pasar harga Rp150 ribu," ujarnya.
Setiap kali beraksi modus para pelaku yakni memanfaatkan keramaian dengan cara mendorong para korban lalu merogoh saku korban.
Ade Taryo (54) bertugas mengeksekusi sedangkan M Nurdin (61) membawa barang hasil pencopetan.
"Makanya tersangka atas nama Nurdin sempat kabur dari lokasi. Ia menuju ke Stasiun Tawang hendak kabur ke Jakarta. Kami tangkap di Stasiun itu," ujarnya.
Dua tersangka saat ini masih dilakukan pendalaman.
Pengakuan tersangka Ade Taryo mengaku sudah beberapa kali mencopet sedangkan Nurdin baru pertama kali.
Polisi juga masih memburu dua pelaku lainnya yang sekarang masih buron.
Dari dua tersangka diamankan dua barang bukti uang tunai Rp8 juta dan dua handphone Oppo Reno 7 dan Vivo abu-abu pada pencopetan HUT PGRI 2022 ini.
"Kedua tersangka dijerat pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 tahun," tandasnya. (*)
Baca juga: PSIS Semarang Belum Terima Jadwal Resmi Lanjutan Kompetisi Liga 1 2022/2023
Baca juga: Bupati Sukoharjo Hadiri Simulasi Pengamanan Pilkades di Halaman Setda
Baca juga: Erry Sadewo Pimpin FKPPI Jawa Tengah
Baca juga: Gempa M 6,4 Garut Buat Warga Pangandaran Berhamburan: Takut, kayak Tsunami 2006