Berita Semarang

Pagar Nusa Kota Semarang Kirim Dua Pesilat Ahli Pijat untuk Terapi Korban Gempa Cianjur

PC PSNU Pagar Nusa Kota Semarang mengirim ahli terapi pijat ke lokasi gempa Cianjur.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: sujarwo
Dok. Pagar Nusa Kota Semarang
Pesilat ahli terapi pijat dari Pagar Nusa Kota Semarang membantu korban bencana gempa di Cianjur. 

TRIBUNMURIA.COM, SEMARANG - Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PC PSNU) Pagar Nusa Kota Semarang mengirim ahli terapi pijat ke lokasi gempa Cianjur usai mengadakan pengesahan anggota. 

Dua orang pesilat, Choirul Anas dan Ari Wibowo, dikirim untuk menerapi korban gempa yang mengalami patah tulang, saraf terjepit, otot keseleo, dan sebagainya.

Selain itu mereka juga bisa melakukan terapi akupunktur, totok darah, dan bekam.

Keduanya akan melakukan misi kemanusiaan tersebut selama sepekan, Selasa(29/11/2022) hingga Senin (5/12/2022). 

Mereka tergabung dalam Tim Relawan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. 

Tim ini berangkat dari kantor PWNU Jateng, Jl. Dr Cipto 180 Semarang, Senin (28/11/2022) malam.

Ketua Lazisnu PWNU Jateng Muhammad Mahsun menyatakan, kiprah angggota Pagar Nusa di Cianjur ini sangat bermanfaat.

“Peran Pagar Nusa tepat. Para korban gempa ditangani langsung di tempat,” tutur dia dari lokasi Posko Lazisnu PWNU Jateng di Desa Nagrak, Kampung Sudi, Dusun 3, Kecamatan  Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu, (30/11/2022) malam, sesuai rilis yang diterima TribunMuria.com.

Mahsun mengatakan, karena manfaat ahli terapi pijat Pagar Nusa begitu terasa di Cianjur, warga sekitar yang bukan korban gempa juga mendatangi posko untuk meminta diterapi. 

Ia menyebut, sebagian besar pengungsi mengalami keluhan penyakit batuk dan infeksi saluran pernapasan. Selain itu, banyak warga terkena reruntuhan bangunan saat gempa. 

Mahsun menyatakan, peran Pagar Nusa masih terus diperlukan, mengingat trauma fisik dan psikis pascagempa masih cukup tinggi.

Adapun Anas dan Bowo, panggilan akrab kedua terapis pijat Pagar Nusa, mengatakan bahwa mereka telah memberi terapi kepada warga yang menderita lumpuh, stroke, darah tinggi, sesak napas, dan hipertensi.

“Kami tidak hanya menangani korban gempa yang patah tulang atau terkilir. Kami juga menangani orang stroke dan hipertensi. Juga darah tinggi. Alhamdulillah, berkat doa para guru, warga yang kami terapi merasa baikan. Yang mulanya tidak bisa bergerak, akhirnya bisa berdiri dan berjalan,” tutur Bowo dan Anas saling melengkapi.

Untuk diketahui, panggilan misi kemanusiaan tersebut mendadak diterima pengurus usai PC PSNU Pagar Nusa Kota Semarang mengadakan Pengesahan Anggota di Pondok Pesantren Bugen Al Itqon, Pedurungan Semarang, Sabtu-Ahad, (26-27/11/2022).

Ketua Lazisnu PWNU Mahsun yang hadir dalam pengesahan tersebut selaku Pembina Pagar Nusa Kota Semarang menelepon pengurus untuk meminta dua relawan ahli pijat.

Pengesahan Anggota melantik 53 calon pelatih tersebut dihadiri Rois Syuriyah PWNU Jateng yang juga Pengasuh Ponpes Bugen Al Itqon, KH Ubaidillah Sodaqoh. Hadir pula pendekar Pagar Nusa Jawa Tengah yang juga Pengasuh Ponpes Azzuhri Ketileng Semarang, Gus Lukman Hakim (Gus Luki).

Kiai Ubaid memberi tausiyah (wasiyat taqwa), sedangkan Gus Luki  mem-baiat (mengambil sumpah) para anggota baru dan mendoakan dengan bacaan bacaan hizib. Dilanjut anggota Dewan Khos PC PSNU Pagar Nusa Kota Semarang KH Imam Margono Syafi’i memberi gemblengan kanuragan. Hadir pula Wakil Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa Jateng Denny Septiviant, yang memberi sambutan singkat. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved