Berita Semarang

Empat Komoditas Pangan Ini Jadi Fokus Pendataan Disdag Kota Semarang 

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang Nurkholis, mengakui adanya pergerakan harga komoditas pangan jelang Natal dan pergantian tahun.

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
budi susanto
Sejumlah penjual telur di Pasar Peterongan Kota Semarang, tengah menunggu pembeli, Kamis (25/8/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang Nurkholis, mengakui adanya pergerakan harga komoditas pangan jelang Natal dan pergantian tahun.

Kenaikan harga tersebut terjadi di setiap pasar tradisional yang ada di Kota Semarang.

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mengakibatkan harga komoditas pangan merangkak naik.

Selain faktor produksi dan distribusi,  regulasi atau kebijakan dari pemerintah pusat berpengaruh pada kenaikan harga bahan pangan. 

"Untuk melihat permasalahan tersebut kami melakukan pantauan di pasar tradisional. Hasil pantauan kami laporkan secara periodik ke Plt Wali Kota Semarang dan Kementerian Perdagangan," ucapnya, Kamis (8/12/2022).

Dikatakannya, pertengahan Desember mendatang Disdag akan membuat kesimpulan terkait penyebab kenaikan harga bahan pangan di Kota Semarang.

Fokus pendataan periodik dalam pantauan Disdag Kota Semarang, pada harga telur ayam, minyak, cabai dan beras.

Pencatatan harian pada beberapa komoditas pangan itu juga sesuai instruksi Plt Wali Kota Semarang dan Kementerian Perdagangan.

"Hasil kesimpulan sementara, kenaikan harga bahan pangan di Kota Semarang dikarenakan naiknya harga BBM," paparnya.

Meski demikian, Nurkholis berujar kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di Kota Semarang masih dalam batas wajar.

Batas kenaikan harga menurutnya kurang dari 10 persen dari harga dasar bahan pangan.

Namun, Disdag Kota Semarang tetap waspada kala kenaikan harga bahan pangan di atas 10 persen.

"Kalau sudah 10 persen ke atas harus ada langkah untuk menyetabilkan harga, kami akan menggelar operasi pasar hingga pasar murah," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, penyetabilan harga melalui pasar murah juga telah dilakukan.

Di mana Disdag Kota Semarang menyasar lokasi dengan jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbanyak.

Pasar murah itu digelar di tujuh kelurahan dengan DTKS tertinggi di Kota Semarang.

"Untuk menekan harga kami akan berkolaborasi dengan Bulog dan lintas OPD juga guna menggelar pasar murah," Imbuhnya. (*)

Baca juga: Sukseskan Transisi Energi, Taj Yasin Gencarkan Inovasi EBT di Daerah

Baca juga: UMK Karanganyar 2023 Masih Tertinggi se-Solo Raya, Ini Tanggapan Serikat dan Apindo

Baca juga: Penjualan Jersey Piala Dunia 2022 di Kudus Tak Seramai Piala Dunia Sebelumnya

Baca juga: Daftar Lengkap Upah Minimum Jateng 2023, UMK Purworejo Jadi Rp. 2.043.902,33 Naik 6,5 %

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved