Berita Viral
Nasib Guru SMP yang Menampar Siswanya Setelah Dipertemukan Oleh Pihak Sekolah
Nasib guru SMPN 1 Cimahi, Jawa Barat yang menampar siswanya kini telah ditentukan.
TRIBUNJATENG.COM, CIMAHI - Nasib guru SMPN 1 Cimahi, Jawa Barat yang menampar siswanya kini telah ditentukan.
Ia kini sudah meminta maaf kepada orangtua siswa yang dia tampar.
Orangtua siswa pun memaafkan hingga kasus kekerasan tersebut akhirnya berakhir damai.
Baca juga: Misteri Mayat Wanita di Dalam Mobil di Pantura, Ada Sayatan di Leher dan Terbungkung Selimut Gosong
Baca juga: Cara Membuat Donat Milo
Baca juga: 5 Manfaat Utama Jahe Merah bagi Kesehatan
Upaya perdamaian tersebut terjadi setelah kedua belah pihak bertemu dimediasi oleh pihak sekolah pada Kamis (8/12/2022).
Wakil Kepala SMPN 1 Kota Cimahi, Agus Dedi, mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut guru yang bersangkutan sudah meminta maaf kepada orang tua siswa atas kesalahan yang telah diperbuat.
"Pihak guru sudah meminta maaf karena kekhilafan dan miskomunikasi antara guru dan siswa."
"Beliau tidak akan mengulangi lagi perbuatan seperti itu," ujar Agus kepada Tribun Jabar melalui pesan singkat, Kamis (8/12/2022).
Pihak orang tua siswa, kata Agus, telah menerima permintaan maaf dari guru tersebut dan memohon agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang bisa merugikan siswa.
"Demikian kurang lebih hasil kesimpulan pertemuan tadi," kata Agus.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, Harjono, mengatakan, berdasarkan keterangan dari guru yang bersangkutan, tindakan kekerasan tersebut dilakukan karena ada kesalahpahaman soal nilai."
"Saat ini sedang ada penilaian akhir semester (PAS).
"Kalau dilihat dari video itu (ditampar) pakai buku. Tapi saya belum menggali dari versi orang tua dan siswa."
"Kalau dari versi guru, itu ada miskomunikasi dan mispersepsi atau kesalahpahaman soal nilai PAS," ujarnya Harjono.
Harjono mengatakan, terkait penilaian tersebut, guru yang bersangkutan menganggap ada sejumlah siswa yang nilainya masih belum lengkap.
Baca juga: Ratusan Massa Aksi Gempur Geruduk DPRD Demak, Bawa 5 Tuntutan Kepada DPRD dan Pemkab
Baca juga: Tanggapan Yudhi Sancoyo Usai Anjangsana Bupati Blora dan Rombongan ke Kediamannya
Baca juga: Mohon Ada Pengaturan Arus Lalu Lintas di Semarang Saat Nataru
Sehingga siswa harus melengkapi karena PAS itu tak hanya nilai rapor, tapi ada nilai sumatif, formatif, praktik, dan nilai harian.
"Jadi karena nilanya masih ada yang bolong-bolong, siswa itu harus mengulang, tapi siswanya dalam kondisi sakit, sehingga tidak bisa mengikuti remedial," katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Guru SMP di Cimahi yang Tampar Siswa Minta Maaf kepada Orangtua Korban,