Berita Karanganyar

Kasus Stunting, AKI dan AKB di Karanganyar Alami Penurunan

Kasus Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting di wilayah Kabupaten Karanganyar mengalami penurunan

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka penurunan AKI, AKB dan stunting di Podang I Setda Karanganyar, Senin (12/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kasus Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting di wilayah Kabupaten Karanganyar mengalami penurunan sejak 3 tahun terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar, Purwati menyampaikan, angka kematian ibu dan bayi paling banyak terjadi pada 2021 selama kurun waktu 3 tahun terakhir. Banyaknya kasus tersebut tidak terlepas dari adanya pandemi Covid-19.

"Pada 2021 kasus kematian itu ada 19 kasus, 15 kasus di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19. Tahun ini sampai November 2022, ada 7 kasus kematian ibu tersebar di Jaten, Tawangmangu, Karanganyar, Kerjo dan Gondangrejo. Penyebab karena emboli, Covid-19 dan ada yang DBD," katanya.

Sedangkan kasus kematian bayi dari awal 2022 hingga Oktober 2022 tercatat ada 41 kasus. Purwati menuturkan, penyebab kematian paling banyak karena asfiksia atau kekurangan oksigen. Jumlah kasus tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan dua tahun terakhir. Pada 2020 ada 68 kasus kematian bayi kemudian pada 2021 ada 73 kasus.

Dalam rangka penanganan kasus AKI dan AKB pihaknya telah berupaya dengan membuat grup khusus untuk mempermudah dalam sistem rujukan. Dalam grup tersebut ada dokter spesialis dan penanggung jawab Poned di puskesmas dan rumah sakit. Di wilayah Kabupaten Karanganyar sudah ada 16 puskesmas yang dapat melayani persalinan.

Selain AKI dan AKB, lanjut Purwati, kasus stunting juga mengalami penurunan dibandingkan dengan 2 tahun sebelumnya. Tercatat kasus stunting pada 2020 di Kabupaten Karanganyar ada 5,86 persen. Kemudian kasus tersebut menurun menjadi 4,48 persen pada 2021.

"Tahun ini turun menjadi 3,83 persen atau 1.603 balita," ucapnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menambahkan, pihaknya akan terus berupaya menekan angka kasus AKI, AKB dan stunting kendati terjadi tren penurunan sejak beberapa tahun terakhir. Pihaknya telah menyiapkan program untuk mengintervensi kasus tersebut. Misal anak-anak yang telah terdeteksi stunting diintervensi melalui program perbaikan gizi.

"Yang selama ini belum digarap oleh kita, mendeteksi melalui pendekatan sosial ekonomi bagi ibu yang meninggal saat melahirkan. Penyebabnya apa, dari medis oke dapat diketahui tapi dibalik itu penyebabnya apakah soal ekonomi dan lainnya," ungkapnya. (Ais).

Baca juga: Chord Kunci Gitar O Holy Night Mariah Carey

Baca juga: Setelah Jokowi, Ganjar Lepas Pulang Mega dan Puan Maharani

Baca juga: Chord Gitar Be My Mistake - The 1975

Baca juga: DPMPTSP Kota Pekalongan Tingkatkan Standar Minimal Pelayanan Publik

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved