Berita Karanganyar

Bupati Juliyatmono: Tahun Depan di Karanganyar, Dana Hasil Bagi Cukai Naik Jadi Rp 22 Miliar

Alokasi DBHCHT di Karanganyar juga digunakan untuk kegiatan sosial seperti pemberian bantuan kepada petani rokok serta karyawan pabrik rokok.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi Kabupaten Karanganyar mengalami kenaikan menjadi Rp 22 miliar pada 2023.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, alokasi DBHCHT bagi Pemkab Karanganyar tahun ini senilai Rp 16 miliar.

Anggaran tersebut selain digunakan untuk sektor kesehatan dan sosial, juga untuk sosialisasi kaitannya penggunaan cukai serta rokok ilegal.

Baca juga: Bupati Karanganyar Ajak Dai Kamtibmas Cegah Adanya Paham Intoleran

Baca juga: Pemkab Karanganyar Dorong Desa Munggur Jadi Kampung Kelinci

"Penggunaan dana bagi hasil cukai dan tembakau itu diatur melalui Permenkeu."

"Tahun ini ada Rp 16 miliar."

"Pada 2023 informasinya naik menjadi Rp 22 miliar," katanya kepada Tribunjateng.com, Selasa (13/12/2022).

Selain untuk sektor kesehatan, lanjutnya, alokasi DBHCHT juga digunakan untuk kegiatan sosial seperti pemberian bantuan kepada petani rokok serta karyawan pabrik rokok.

Dia menuturkan, sejumlah karyawan pabrik rokok di wilayah Gondangrejo telah mendapatkan bantuan langsung tunai dari DBHCHT tersebut.

Program pemberian bantuan langsung tunai tersebut juga akan dilaksanakan juga pada tahun depan.

Baca juga: Gedung Disparpora Karanganyar Akan Dibangun Awal 2023, Anggaran Rp 6 Miliar

Baca juga: Pengisian Jabatan Eselon II Pemkab Karanganyar Sepi Peminat, Padahal Pendaftaran Sudah Diperpanjang

Yuli sapaan akrabnya menambahkan, program kaitannya dengan kesehatan banyak juga diambilkan dari alokasi DBHCHT.

Pihaknya berencana mengalokasikan anggaran dari DBHCHT untuk mengintervensi permasalahan stunting di wilayah Kabupaten Karanganyar.

"Tahun ini kasus stunting ada 1.603 kasus atau turun dari tahun sebelumnya sekira 2.000."

"Kami intervensi program dari dana bagi hasil cukai."

"Memberikan asupan gizi, makanan kepada anak-anak yang sudah diidentifikasi by name itu," ucapnya. (*)

Baca juga: Target Partai Demokrat Hasil Pileg 2024 di Kudus, Mardijanto: Kami Harus Bisa Bentuk Fraksi Sendiri

Baca juga: Hasil Polisi Selidiki Laporan Pemilik Konter di Cilacap, Pencuri HP Ternyata Karyawannya Sendiri

Baca juga: Ini Daftar 9 Partai Politik yang Boleh Gunakan Nomor Urut Saat Pemilu 2019

Baca juga: 11 Hari Mulai 22 Desember 2022, Operasi Lilin Sambut Libur Natal dan Tahun Baru, Ini 4 Target Polri

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved