Berita Semarang
Tim Riset SMP Karangturi Semarang Ciptakan Kasur Healing Guna Kurangi Nyeri Sakit dan Stres
Tim riset SMP Karangturi Kota Semarang berhasil membawa pulang medali emas.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim riset Sekolah Menengah Pertama (SMP) Karangturi Kota Semarang berhasil membawa pulang medali emas dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) di Bali kompetisi yang digelar di Bali pada Selasa-Sabtu (1-5/12/2022).
Tim kedua beranggotakan, Medharatana Purwasamudra W, Andrew C, dan Nadine Aina Sakhi dengan inovasi kasur kesehatan juga meraih medali emas.
Tak hanya membawa pulang medali emas dan special award dari Singapura di kategori teknologi rekayasa.
Andrew mengatakan, kasur kesehatan yang dibuatnya untuk mencegah luka tekan serta mengendalikan stres bagi penderita bedrest.
Masyarakat mungkin teringat kasus Laura Edelenyi yang mengalami kecelakaan hingga lumpuh, kemudian menderita ulkus dekubitus.
Ulkus dekubitus merupakan luka akibat berbaring dan duduk dalam jangka waktu lama dan nyaris tidak bergerak secara terus-menerus dalam waktu yang lama.
Bahkan ulkus dekubitus menyebabkan luka berlubang pada bagian pantat.
''Seseorang yang memiliki penyakit sering tidur di kasur dalam waktu yang lama, mereka membutuhkan kasur kesehatan agar tidak terjadi luka tekan dan stres,'' ujarnya pada Tribun Jateng, Senin (12/12/2022).
Secara teknis, kasur tersebut memiliki sistem sirkulasi dan relaksasi yang membuat pasien penderita istirahat tanpa keluhan sakit maupun stres.
Andrew mengatakan kasur prototipe tersebut masih harus mengalami proses riset dan pengembangan lebih lanjut secara kualitas, konten, maupun ukuran.
Pada kesempatan yang sama, pembimbing tim riset SMP Karangturi, Ivan Setia Arianto menambahkan, sebelum lomba ini, tim riset SMP Karangturi atas nama Medha dan Aina mengikuti lomba Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2022.
Kegiatan itu diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dan berhasil lolos masuk babak Nasional serta berhasil mendapatkan medali perak.
''Keberhasilan ini atas dukungan dari semua pihak baik dari sekolah, orangtua siswa, dan siswa,'' ujarnya.
Kepala SMP Karangturi Samuel Yulianto menambahkan, pihaknya apresiasi kepada tim siswa dan guru pembimbing atas perolehan medali emas dan medali perak di dua ajang bergengsi tersebut.
Ini adalah lomba riset ketiga di tiga tahun terakhir yang diikuti oleh SMP Karangturi dan selalu berhasil memperoleh medali emas maupun perak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tim-riset-smp23.jpg)