Berita Semarang

Kronologi Kakek di Semarang Berdarah-darah Dipukuli Pakai Senjata Api, Gelagat Pelaku Mencurigakan

Seorang kakek bernama Ibnu Umar (73), warga RT 4 RW 5 Kelurahan Pendrikan Kidul Semarang menjadi korban pemukulan oleh pria bersenjata api

Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Agus Salim Irsyadullah
Kondisi terkini Ibnu Umar (73) warga Rt 4 Rw 5 Kelurahan Pendrikan Kidul Semarang yang menjadi korban pemukulan senjata api, Rabu (18/1/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang kakek bernama Ibnu Umar (73), warga RT 4 RW 5 Kelurahan Pendrikan Kidul Semarang menjadi korban pemukulan oleh pria bersenjata api.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis (12/1/2023) sekira pukul 10.00 WIB.

Umar menuturkan, kejadian bermula saat dirinya dari dalam rumah melihat pria yang mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor mondar-mandir di depan rumahnya.

Umar yang penasaran pun lantas keluar rumah untuk mengecek orang tersebut.

"Saya lihat ada orang mondar-mandir. Tapi motornya tidak ada plat nomor," kata Umar ditemui Tribunjateng.com di rumahnya pada Rabu (18/1/2023).

Baca juga: Inilah Sosok Bikash, Selamatkan 2 Penumpang Hidup Kecelakaan Pesawat Yeti Nepal

Baca juga: Marak Penipuan Berkedok Give Away Baim Wong, Korban Transfer hingga Puluhan Juta Seperti Terhipnotis

Pelaku, kata Umar, memarkirkan kendaraan di depan portal dekat gang masuk rumahnya.

Saat memarkirkan motornya, Umar juga melihat pelaku mengeluarkan sebuah kunci panjang dan tengah menelepon seseorang.

"Dia sempat mengeluarkan kunci panjang. Saya tidak tahu, mungkin dia ingin mencuri sepeda motor. Dia juga sempat menelepon seseorang sambil melihat keadaan sekitar," imbuhnya.

Merasa ada kejanggalan, Umar lantas kembali masuk ke rumah dan mengambil handphone miliknya untuk memotret aktivitas pelaku.

Umar juga sempat mengambil sebilah kayu berukuran kecil untuk berjaga-jaga seandainya terjadi hal yang tak diinginkan.

Benar saja, tak berselang lama pelaku menghampiri Umar yang saat itu berada di teras rumah.

"Tiba-tiba pelaku mendatangi saya dan menodongkan pistol," ujarnya.

Tanpa ada kata-kata, pelaku seketika dengan brutal menghajar kepala Umar menggunakan pistol.

Umar yang tak punya cukup tenaga untuk melawan, hanya bisa bertahan menggunakan kedua tangannya untuk melindungi kepala dari pukulan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved