Berita Kudus

UMKM Jadi Ujung Tombak Bangkitnya Ekonomi Daerah

PemKAB Kudus genjot berbagai program kegiatan yang dapat mendorong pemulihan ekonomi.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Pelaku UMKM sedang menata display produk di Pojok UMKM DPRD, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus terus menggenjot berbagai program kegiatan yang dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi daerah pada 2023. 

Di antaranya menjadikan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai ujung tombak kebangkitan ekonomi masyarakat. 

Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kudus mecatat, saat ini terdapat 17.182 pelaku UMKM. Jumlah ini diperkirakan meningkat tajam menjadi 27.000 UMKM pada tahun ini. 

Meningkatnya jumlah pelaku usaha kecil di Kota Kretek menandakan bahwa kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Kudus mengalami peningkatan.

Mereka mampu menciptakan peluang kerja sendiri, dan menjadi pendongkrak pergerakan ekonomi daerah.

Kepala Disnakerperinkop-UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, palaku UMKM akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Katanya, Pemerintah Kabupaten Kudus akan berupaya membantu pelaku UMKM dalam rangka mengembangkan usaha masing-masing. Seperti contoh, mempermudah pengurusan ijin usaha, jaminan produk halal, serta memberikan wadah pemasaran baik offline maupun online.

"Dari jumlah UMKM yang ada saat ini, mayoritas di bidang pengolahan makanan dan minuman sekitar 40 persen. Sisanya kerajinan tangan, batik, bordir, eco-print dan beberapa produk lainnya," terangnya, Kamis (19/1/2023).

Seorang pelaku usaha kerajinan batik, Eni Yunita menyampaikan, saat ini dirinya tegabung dalam satu komunitas bordir yang diikuti 25 pelaku UMKM. 

Menurutnya, pelaku usaha bordir cukup diminati di Kabupaten Kudus. Baik yang dipasarkan secara offline maupun online. 

Pihaknya berharap, pemerintah daerah bisa terus konsisten menyiapkan wadah bagi para pelaku usaha yang ada. 

"Alhamdulillah saya buka usaha sendiri di rumah, beberapa kali ikut kegiatan di luar yang diselenggarakan pemerintah daerah. Seperti contoh Pojok UMKM di DPRD, kami ikuti bersama teman-teman bordir lainnya," ujarnya. 

Pelaku usaha lainnya, Shofiyatul Hidayah mengaku terbantu dengan adanya berbagai kegiatan yang dicanangkan pemerintah daerah.

Bermodalkan brand bordir cantik, Shofiyatul membidik masyarakat semua lapisan agar lebih cepat dikenal masyarakat luas. 

"Produk saya mulai dari hijab, mukena, sampai baju. Untuk masalah harga bervariatif, mulia dari puluhan ribu hingga ratusan ribu per item," ucap dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved