Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Realisasinya Masih Lama, Rencana Pembangunan Jalan Tol Lingkar Penghubung Solo Raya

Rencana pembangunan jalan tol lingkar penghubung wilayah Solo Raya prosesnya masih lama mengingat pembiayaannya yang cukup besar.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
agus iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersikukuh mengusulkan agar perluasan jalan yang menghubungkan sejumlah kabupaten di Solo Raya dibangun dengan konsep jalan lingkar.

Adapun Kementerian PUPR melalui Direktorat Pembangunan dan Peningkatan Jalan Nasional (P2JN) telah bertemu dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk memaparkan rencana perluasan jalan tol dengan dibangunnya Jalan Tol Lingkar Timur-Selatan Solo.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, rencana pembangunan jalan tol lingkar tersebut prosesnya masih lama mengingat pembiayaannya yang cukup besar.

Oleh karena itu dia mengusulkan agar proyek pembangunan jalan tersebut dapat dibiayai melalui APBN.

Baca juga: Penyusunan RPD 2024-2026, Bupati Karanganyar: Fokus Tangani Kemiskinan

Baca juga: Sah! AKBP Jerrold Resmi Jabat Sebagai Kapolres Karanganyar Yang Baru, Siap Jaga Situasi Kamtibmas

"Itu perluasan jalan tol."

"Tidak mungkin dalam waktu dekat."

"Kalau boleh kami usulkan, itu melalui program pembiayaan APBN."

"Jauh lebih memiliki efek dahsyat jika dibangun jalan lingkar," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (25/1/2023). 

Selain pembiayaan melalui APBN, terang Juliyatmono, dibangunnya jalan lingkar dapat mengembangkan wilayah yang akan dilalui jalan tersebut.

Kepala DPUPR Kabupaten Karanganyar, Asihno Purwadi mengatakan, jalan tol tersebut sesuai hasil pemaparan akan melintasi wilayah di 3 kecamatan seperti Kecamatan Kebakkramat, Jaten, dan Tasikmadu.

Kendati demikian, dari pihak Kementerian PUPR belum memaparkan secara detail konsep rencana pembangunan jalan tol tersebut.

"Ini baru tahap awal penjajakan, baru sebatas studi kelayakan," ungkapnya. (*)

Baca juga: Tahun Ini Program Sekolah Penggerak di Blora Diikuti 21 Kepsek, Kok Sedikit?

Baca juga: Kata Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra Kepada Anggotanya: Tak Ada Polisi Paling Superior

Baca juga: INFO Terkini BMKG, Berlaku Hingga Sabtu, Tinggi Gelombang Perairan Semarang-Demak Capai 2,5 Meter

Baca juga: Karena Mau Kerja ke Bangka Belitung, Alasan Saenah Warga Blado Batang Suntik Vaksin Booster Kedua

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved