Berita Semarang

Video Permohonan Paspor di Semarang Didominasi Calon Jemaah Haji dan Umrah

Awal tahun 2023 permohonan paspor di Kantor Imigrasi Semarang meningkat.

Berikut Video Permohonan Paspor di Semarang Didominasi Calon Jemaah Haji dan Umrah

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Awal tahun 2023 permohonan paspor di Kantor Imigrasi Semarang meningkat.

Permohonan paspor rata-rata didominasi calon jamaah umrah dan haji.

Kepala kantor Imigrasi Semarang, Guntur Sahat Hamonangan menuturkan  ada tiga lokasi pelayanan pembuatan paspor di wilayah Semarang, yakni kantor Imigrasi Semarang, ULP Manunggal Jati, ULP Grobogan.

Setiap hari ketiga  lokasi itu total pembuatan paspor yang dilayani 400 pemohon.

"Pelayanan di kantor Imigrasi setiap hari melayani 200 pemohon, ULP Manunggal Jati melayani 150 pemohon, dan ULP Grobogan melayani 50 pemohon," ujarnya saat ditemui tribunjateng.com di kantornya, Selasa (31/1/2023).

Menurutnya, pemohonan pembuatan paspor  meningkat,  didominasi oleh calon jamaah umrah dan calon jamaah haji.

"Pembuatan paspor untuk calon jamaah umrah masih terus berjalan, dan untuk haji saat ini telah dimulai," tuturnya.

Khusus jamaah haji, pihaknya memberlakukan layanan jemput bola. Pihaknya juga telah membentuk satgas untuk melakukan jemput bola.

Layanan itu akan dilakukan di tujuh kabupaten/kota yakni Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Demak.

"Kementerian Agama (Kemenag) juga sudah mengajukan permohonan pembuatan paspor. Nanti pembuatan paspor dilakukan di kantor Kemenag agar tidak mengganggu pemohon paspor umum," tutur dia.

Terkait persyaratan, menurutnya pemohon wajib melampirkan KTP, Kartu Keluarga, buku nikah, dan ijazah. Tambahan pemohon untuk jamaah haji maupun umrah harus melampirkan rekomendasi dari dinas terkait.

"Begitu juga paspor untuk bekerja harus ada tambahan rekomendasi dari dinas terkait," imbuhnya.

Mengenai biaya, dia menerangkan ada dua jenis paspor yaitu paspor biasa Rp 350 ribu dan untuk elektronik paspor Rp 650 ribu.

"Kami juga mempunyai inovasi layanan paspor 1 hari jadi dari. Kami layani sebelum pukul 11.00 tarif yang dikenakan tambahan PNPB Rp 1 juta," kata dia.

Di sisi lain ia mengatakan saat ini pemohon elektronik paspor lebih tinggi ketimbang paspor biasa. Perbandingannya 70 persen, 30 persen. Permohonan E-paspor lebih banyak digandrungi kalangan milenial 

"Milenial memilih e-paspor  karena memiliki kelebihan mengurus izin masuk di beberapa negara. Kalau ke sana paka e paspor kita tidak perlu lagi bayar visa dengan harga lebih tinggi dari paspor itu," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved