Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Holding Danareksa Mendukung Okupansi Kawasan Industri PT KIW

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2022, terdapat 10 perusahaan BUMN yang bergabung menjadi anggota Holding Danareksa.

Tayang:
Penulis: faisal affan | Editor: Catur waskito Edy
Dok. PT KIW
Kenampakan Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2022, terdapat 10 perusahaan BUMN yang bergabung menjadi anggota Holding Danareksa.

Perusahaan tersebut di antaranya PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, PT Nindya Karya, PT Balai Pustaka, dan PT Kliring Berjangka Indonesia.

10 perusahaan BUMN tersebut otomatis menambah portofolio anak perusahaan dan entitas asosiasi Danareksa yang awalnya berjumlah 5 perusahaan, kini menjadi total 15 perusahaan.

Direktur Utama Danareksa, Arisudono Soerono, mengatakan Danareksa mirip seperti aset manager yang tidak ikut campur di dalam detail operasional anggota. Namun pihaknya akan mengarahkan perusahaan untuk mengembangkan potensi dengan cara sinergi.

"Danareksa mengadopsi hybrid parenting style. Lewat manajemen portofolio Danareksa dapat mengelola dan mendukung anggota holding untuk saling bersinergi," terangnya saat di Surakarta, November lalu.

Di lain pihak, Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Ahmad Fauzie Nur, mengatakan ada berbagai manfaat yang didapatkan oleh PT KIW setelah bergabung dengan holding Danareksa.

"Kami punya kesempatan untuk meningkatkan standard service, operation, resources dan terbuka kesempatan untuk mendapat support, berupa akses informasi, akses pembiayaan, dan lainnya," terangnya, Rabu (1/2/2023).

Kenampakan Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang
Kenampakan Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang (dok kiw)

Menurutnya, potensi dan sumber daya yang ada di PT KIW juga bisa dimanfaatkan oleh anggota holding lain. Hal itu sejalan dengan prinsip holding Danareksa yang mengedepankan sinergi antar anggota.

"Support yang dibutuhkan oleh KIW dapat didukung oleh anggota holding yang lain. Begitupun sebaliknya. Bagi kami, ini menjadi faktor pendorong tambahan yang menjadikan KIW lebih maju dan dapat lebih berkontribusi untuk Indonesia," ucap Fauzie.

Masuknya PT KIW ke dalam Holding Danareksa juga turut meningkatkan faktor-faktor yang bisa menambah okupansi kawasan. Salah satu faktornya yakni semangat kolaborasi yang tinggi.

"Kami pikir semua BUMN didorong ke arah sana. Dengan terbentuknya Holding Danareksa ini, akan menjadi satu semangat yang sama-sama kita miliki untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Kami yakin masuknya perusahaan BUMN ke dalam Holding Danareksa mampu memperkuat semangat kolaborasi," tegasnya.

Dari data yang dimiliki PT KIW, sampai saat ini sudah ada 123 tenant yang terdiri dari 75 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 48 Penanaman Modal Asing (PMA). 92 tenant di antaranya sudah operasional dari berbagai macam sektor industri.

"Ada sektor industri garmen, furniture, pergudangan, retail dan lain-lain. Saat ini lahan yang masih tersedia di KIW akan dioptimalkan sebagai lahan untuk mixed-use: industrial, commercial dan residential sesuai dengan kajian Highest and Best Uses (HBU) analysis, untuk menunjang recurring income bagi perusahaan," jelasnya.

Selama ini sudah berbagai cara dilakukan PT KIW untuk menarik investor dalam negeri maupun luar negeri. Tentunya melalui kegiatan promosi secara online maupun offline.

"Kami melakukan pendekatan yang fokus pada kebutuhan investor. Kami (KIW dan anak perusahaan) berkomitmen untuk memberikan one-stop-services kepada existing investors dan potential investors," ungkap Fauzie.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved