Berita Semarang
Jalan di Kota Semarang Makin Sering Macet, Berikut Penyebab dan Upaya Mengatasinya
Sejumlah jalan protokol di Semarang rata-rata berada di ambang 0,75 persen, artinya kapasitas jalan dan jumlah kendaraan hampir overload.
Menanggapi hal itu, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menyampaikan, penataan transportasi di Kota Semarang memerlukan pengendalian kendaraan pribadi.
Tapi, Pemkot Semarang sebaiknya menyediakan layanan transportasi umum yang mendukung.
"Bisa belajar dari wilayah-wilayah lainnya, push strategy untuk mengurangi populasi kendaraan pribadi. Misalnya, penerapan 3 in 1 di pusat Kota, ganjil genap, atau melarang sepeda motor beroperasi di ruas jalan protokol yang padat," ucapnya.
Namun demikian, Djoko menekankan, fasilitas pendukung transportasi publik di wilayah ekonomi strategis dan pemerintahan diharapkan bisa terintegrasi.
Nantinya, pembangunan ekosistem bisa meluas ke wilayah-wilayah penghubung seperti Demak, Kabupaten Semarang dan Kendal.
"Pull strateginya membuat aturan penggunaan transportasi publik. Bersama Pemprov, bisa memperbarui layanan BRT Trans Jateng," tutur Djoko. (Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-jalan-pemuda-semarang-27-april-2022.jpg)