Berita Kudus
197 Punden dan Belik Diarak ke Menara Kudus, Libatkan 4 Ribu Peserta Tempuh 1,1 Km Perjalanan
Kirab Punden dan Belik kembali digelar meriah dengan melibatkan 4.000 peserta.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: sujarwo
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS - Kirab Punden dan Belik rangkaian Perayaan 488 Ta'sis Masjid Al Aqsho dan Menara Kasunanan Kudus kembali digelar meriah pada tahun ini dengan melibatkan 4.000 peserta.
Sebanyak 197 punden dan belik diarak dari Pendopo Kabupaten Kudus menuju komplek menara dengan menempuh jarak 1,1 kilometer.
Setiap kontingen atau punden membawa air yang bersumber dari sumur, belik, atau sendang di daerah masing-masing bersamaan prosesi kirab. Air yang dibawa dicampurkan menjadi satu dalam wadah yang disediakan Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus. Kemudian dicampurkan dengan banyu penguripan dari sumur menara, selanjutnya dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Steering Commitee Kirab, Abdul Djalil mengatakan, peserta kirab tahun ini hanya melibatkan sebagian dari jumlah total 468 punden yang teregistrasi. Pemilahannya dilakukan di masing-masing kecamatan untuk dipilih yang terbaik dan berhak mengikuti kirab.
Dia menyebut, angka 197 diambil dari tanggal lahir Masjid Al Aqsho Menara Kudus yakni 19 Rajab. Sementara angka tujuh diambil dari urutan bulan Rajab yaitu ke-7, sehingga digabungkan menjadi 197.
"Tema kirab pada tahun ini adalah 'Keadaban untuk Peradaban'. Agar bisa membangun keduanya, harus dilandasi dengan kecerdasan dan kebersihan hati," terangnya, Minggu (5/2/2023).

Abdul menyebut, beberapa punden yang mengikuti kirab adalah punden Sunan Muria, Kyai Telingsing, Punden Belik Gong Cranggang, dan beberapa punden lainnya yang tergabung di dalam Perhimpunan Pemangku Punden dan Belik Kasunanan Kudus.
Air penyatuan beberapa punden ini telah dibacakan doa khataman Quran 19 kali. Diyakini mengandung khasiat dan berkah hidup, berkah rizki, dan berkah pikiran bagi siapa saja yang meminumnya.
Bupati Kudus, M Hartopo melepas langsung peserta kirab dari depan pendopo.

Dia mengaku bersyukur lantaran ta'sis pada tahun ini bisa diselenggarakan dengan meriah. Setelah vakum dua tahun pada 2020 dan 2021, dan digelar sederhana pada 2022 lalu.
Menurut Hartopo, kirab ini sebagai upaya menggali histori dan napaktilas perjuangan Sunan Kudus saat berdakwah di Kota Kretek. Peninggalan tersebut harus dijaga dengan membangun sinergitas dan toleransi yang kuat antar umat beragama.
"Nah, belik atau punden ini mendapat singgahan dari Sunan Kudus, diyakini yang meminumnya akan mendapat keberkahan. Ini bagian dari nguri-uri budaya yang harus dirawat minimal 1 tahun sekali. Mudah-mudahan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT," tuturnya. (*)
"Pelanggaran Berat" Dalih Bupati Samani Bebastugaskan AIS Kepala Disdag Kudus |
![]() |
---|
Diduga Lakukan Pungli, Nasib Andi Imam Santoso Dicopot Dari Kepala Dinas Perdagangan Kudus |
![]() |
---|
Kepala Disdag Kudus Dibebastugaskan, Disebut-sebut Terkait Pelanggaran Administrasi Keuangan |
![]() |
---|
Kepala Dinas Perdagangan Kudus Dibebastugaskan Sementara karena Dugaan Pelanggaran Disiplin ASN |
![]() |
---|
Harus Penuhi 1.200 Lux, 4 Lampu Penerangan Stadion Wergu Wetan Kudus Disidak PT LIB dan PSSI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.