BRI Liga 1

Erick Thohir Soal Rusuh di Laga PSIS Vs Persis, Suporter Semarang-Solo Itu Contoh Rivalitas Sehat

Semarang - Solo seduluran. Demikian kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir terkait rusuh yang sempat terjadi di Stadion Jatidiri Semarang

Editor: muslimah
IST
Erick Thohir 

TRIBUNJATENG.COM - Semarang - Solo seduluran.

Demikian kata Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir terkait rusuh yang sempat terjadi di Stadion Jatidiri Semarang.

Kerusuhan itu pecah di luar Stadion Jatidiri saat derby Jateng PSIS Semarang vs Persis Solo pada pekan ke-25 Liga 1 2022-2023 berlangsung, Jumat (17/2/2023). 

Saat itu laga sudah masuk menit ke-74.

Laga sempat terhenti karena gas air mata tercium masuk ke dalam lapangan.

Situasi di area luar Stadion Jatidiri sisi timur ketika pertandingan PSIS Semarang kontra Persis Solo sementara berlangsung dalam laga pekan ke-25 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (17/2/2023). Kehadiran suporter yang datang memaksa ingin masuk meski pertandingan hanya bisa digelar tanpa penonton. Kedua tim berbagi angka 1-1 dalam laga ini.
Situasi di area luar Stadion Jatidiri sisi timur ketika pertandingan PSIS Semarang kontra Persis Solo sementara berlangsung dalam laga pekan ke-25 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (17/2/2023). Kehadiran suporter yang datang memaksa ingin masuk meski pertandingan hanya bisa digelar tanpa penonton. Kedua tim berbagi angka 1-1 dalam laga ini. (TRIBUNJATENG/ F ARIEL SETIAPUTRA)

Baca juga: Di Balik PSIS Vs Perss Tanpa Penonton, Kapolrestabes Semarang Jelaskan Isu yang Beredar Sebelum Laga

Baca juga: Suporter PSIS Bentrok Dengan Polisi di Semarang, Ganjar Pranowo: Ngopi Yuk!

Laga tersebut digelar tanpa penonton berdasarkan keputusan bersama dari panitia pelaksana, manajemen PSIS, dan aparat kepolisian. 

Namun, ribuan suporter tuan rumah datang ke stadion dengan aksesori lengkap dan mencoba masuk, sehingga terjadi bentrok dengan petugas keamanan. 

Terjadi aksi pelemparan batu yang dibalas tindakan antisipatif dan imbauan untuk memenangkan diri melalui pengeras suara. 

Akan tetapi, situasi yang semakin tidak kondusif membuat pihak keamanan menggunakan tembakan gas air mata untuk mengendalikan massa yang menciptakan kepanikan. 

Aparat keamanan juga menyiramkan air melalui water cannon untuk menghalau massa sekaligus mengurangai asap dari gas air mata. 

Kericuhan ini sudah sampai ke telinga Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang baru dilantik.

Ia meminta kepolisian belajar dari tragedi Kanjuruhan. 

Ia meyakini bahwa aparat keamanan mampu berusaha maksimal dalam menenangkan massa tanpa tindakan represif, terlebih dengan menggunakan gas air mata. 

"Saya minta suporter dan aparat untuk tenang serta sama-sama berpikir jernih. Niat kita sama untuk sepak bola yang aman dan nyaman untuk semua," kata Erick Thohir, dilansir dari laman PSSI. 

"Saya sudah berkomunikasi dengan pihak aparat, panpel, dan manajemen kedua tim. Saya meminta kepada seluruh pihak untuk tenang," ujar Erick. 

Erick Thohir memahami kekecewaan para suporter yang hendak menyaksikan langsung timnya bertanding.

Ia mengaku akan segera mencari solusi agar laga sepak bola dapat dinikmati dengan tenang dan nyaman untuk semua pihak. 

Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa suporter Semarang dan Solo selama ini menjadu contoh dalam membangun rivalitas yang sehat. 

"Suporter Semarang dan Solo itu seduluran. Makanya ke depan perlu ada evaluasi terkait kategori risiko pada setiap laga," ujar Erick.  (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    PSM Makasar
    34
    22
    9
    3
    63
    8
    35
    75
    2
    Persija Jakarta
    34
    20
    6
    8
    47
    11
    20
    66
    3
    Persib
    34
    19
    5
    10
    54
    25
    4
    62
    4
    Borneo
    34
    16
    9
    9
    64
    18
    24
    57
    5
    Bali United
    34
    16
    6
    12
    67
    21
    14
    54
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved